Relawan Ganjar Singgung Natalius Pigai: Jangan Memfitnah

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Relawan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang tergabung dalam Sahabat Ganjar menyikapi cuitan mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai.

Menurut Perwakilan Pusat Relawan Sahabat Ganjar, Aluysius Jaka, jika Pigai ingin sampaikan kritik, maka caranya tidak mendiskreditkan sosok dan wilayah tertentu.

"Jika ingin menyampaikan kritik, sebaiknya jangan sampai memfitnah. Bersikap kritis adalah hal yang baik, tetapi bila itu fitnah, mungkin lebih baik tidak perlu, agar kerukunan di negeri ini tetap terjaga,” kata dia dalam keterangan diterima, Senin (4/10/2021).

Aluysius juga menambahkan, pernyataan Natalius Pigai dinilai tidak akan memberi pengaruh terhadap dukungan masyarakat Papua terhadap Ganjar Pranowo.

"Papua adalah bagian dari Indonesia, Sahabat Ganjar ada di seluruh Indonesia, termasuk di Papua dan Papua Barat, kami masih solid," tegas Aluysius.

Aluysius mengimbau, kepada seluruh relawan pendukung Ganjar Pranowo agar tidak terpancing atas pernyataan Natalius Pigai. Dia meyakini, pernyataan Natalius Pigai bukan hal besar yang akan mencoreng persahabatan sesama relawan.

"Saya imbau jangan ikut terpancing opini pihak lain yang kurang bermanfaat bagi perkembangan organisasi dan figur Ganjar Pranowo," kata dia.

Sahabat Ganjar di Papua Jangan Terprovokasi

Ketua Sahabat Ganjar Papua, Isak Caki Giabo, mengkritik cuitan mantan punggawa Komnas HAM Natalius Pigai. Diketahui, Pigai dalam unggahannya menyebut 'Jangan percaya orang Jawa Tengah Jokowi & Ganjar' pada akun pribadinya @nataliuspigai2.

"Apa yang disampaikan oleh Natalius Pigai hanya pernyataan pribadi yang tidak akan mencoreng persahabatan masyarakat Papua dengan masyarakat lain di luar Papua," kata Isak dalam siaran pers yang sama.

Menurut Isak, mayoritas masyarakat Papua masih sangat menghormati sosok Presiden Joko Widodo dan Ganjar sebagai Gubernur Jawa Tengah.

"Harapan kami, orang Papua tidak boleh terprovokasi dengan apa yang disampaikan oleh abang kami, (Natalius Pigai) karena itu cuma kepentingan pribadi semata," harap Isak.

Isak menambahkan, secara pribadi dirinya menghormati Natalius Pigai. Kendati, cara Pigai dalam berpolitik bak penuh dengan dendam pribadi dengan mencuitkan hal rasialis.

"Kita masih ada di bawah Negara Kesatuan Republik Indonesia, kita tidak usah memvonis orang seperti itu," wanti Isak.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel