Relawan Jaket Kudus deklarasikan Erick Tohir menjadi Presiden 2024

Relawan yang tergabung dalam Jaringan Komunitas Erick Thohir (Jaket) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mendeklarasikan Menteri BUMN Erick Tohir menjadi Presiden 2024.

Menurut Kordinator Relawan Jaket Erick Thohir Wilayah Jateng DIY Faturrahman ditemui usai deklarasi di Rumah Makan Ulam Sari Kudus, Rabu, Erick Thohir merupakan sosok yang dermawan dan mempunyai pengalaman cukup banyak di luar negeri, mulai mengelola klub sepak bola Italia hingga menjadi Menteri BUMN.

Selain itu, kata dia, Erick Thohir sosok yang visioner serta religius sehingga pantas dan layak menjadi presiden.

Baca juga: Relawan Erick Thohir salurkan bantuan bagi marbot di Kota Serang

Lahirnya Jaket Presiden 2024, imbuh dia, berangkat dari kegelisahan masyarakat dalam pergantian kepemimpinan pada Pilpres 2024.

"Jangan sampai negara ini dipimpin oleh orang yang tidak mengetahui kepentingan bangsa, orang yang tidak amanah, dan orang yang hanya mementingkan kelompoknya," ujarnya.

Para relawan Jaket Kudus, kata dia, merupakan gabungan dari berbagai komunitas masyarakat, mulai dari komunitas sepeda, mahasiswa, UMKM, seniman, hingga petani.

Baca juga: Relawan dukung Erick Thohir maju Pilpres 2024

Kabupaten Kudus merupakan kabupaten ke-4 yang melakukan deklarasi. Nantinya deklarasi ditargetkan akan dilakukan di 35 kabupaten/kota di Jateng.

Masing-masing relawan, papar dia, diminta menyampaikan pesan moral dari Eric Thohir minimal 100 orang per harinya.

Koordinator Jaket Kudus Hanum Masfuati mendukung Eric Thohir menjadi presiden berikutnya untuk menggantikan Presiden Joko Widodo.

Baca juga: Relawan Baraya dukung Erick Thohir jadi capres pada 2024

"Indonesia jangan lagi hanya disodori calon presiden minimalis, hanya dua pasangan calon," ujarnya.

Deklarasi di Kudus, imbuh dia, merupakan deklarasi permulaan untuk menjadi penyemangat bagi relawan jaket di daerah lain di wilayah Muria Raya untuk menyelenggarakan kegiatan serupa.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel