Relawan Jokowi Usul Eks Komandan Marinir Jadi Menteri Kelautan

Siti Ruqoyah, Anwar Sadat
·Bacaan 2 menit

VIVA – Dua posisi Menteri definitif Kabinet Indonesia Maju saat ini dalam keadaan kosong, yaitu Menteri Kelautan dan Perikanan dan juga Menteri sosial. Menteri Kelautan Perikanan lagi kosong sejak Edhy Prabowo ditangkap oleh KPK karena dugaan suap perizinan ekspor benur lobster. Begitu pula posisi Menteri Sosial, sejak Juliari P Batubara ditahan KPK karena korupsi dana bansos untuk warga terdampak krisis pandemi COVID-19.

Relawan Gerakan Masyarakat Jokowi-Ma’ruf Amin (Gema Jamin), sebagai bagian yang turut memperjuangkan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden pada Pemilu 2019, berharap agar Jokowi segera mengisi kursi menteri yang kosong tersebut. Ketua Gema Jamin, Yusherman, mengatakan, ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi oleh sosok yang akan mengisi posisi Menteri khususnya untuk Menteri Kelautan dan Perikanan.

"Pertama, harus memahami semangat dan cita-cita Presiden Joko Widodo untuk menjadikan Indonesia sebagai raksasa poros maritim dunia, Kedua, harus memiliki pengetahuan yang luas terkait dunia kemaritiman Indonesia," kata Yusherman, dalam konferensi persnya di kawasan Cawang, Jakarta Timur, Rabu 16 Desember 2020.

Sosok Menteri Kelautan dan Perikanan berikutnya, kata Yusherman, harus memiliki wawasan yang luas terkait geopolitik dan geostrategi kawasan. Sebab Indonesia akan diperhadapkan pada tantangan dari kekuatan luar yang juga berdampak pada wilayah laut Indonesia.

"Sehingga harus memiliki latar belakang akademis yang relevan dengan bidang kerja Kelautan dan Perikanan. Selain itu juga harus memiliki integritas dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas yang diemban," ujar Yusherman.

Dengan sejumlah kriteria tersebut relawan Jokowi-Amin ini merekomendasikan sejumlah nama untuk dipertimbangkan oleh Jokowi. Pertama yakni Wakil Ketua DPD RI yang juga Mantan Komandan Korps Marinir Letjen TNI Marinir (purn) Nono Sampono, kedua yakni Mantan Wakil Kepala Staf Angkatan Laut atau Wakasal Laksamana Madya (Purn) Wuspo Lukito.

"Nama-nama ini setelah dipelajari oleh Gema Jamin dan dinilai layak untuk dipertimbangkan sebagai pembantu Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH. Ma’ruf Amin di Kabinet Indonesia Maju khususnya di Kementerian Perikanan dan Kelautan," ujar Yusherman

Yusherman juga menambahkan, pengajuan nama tersebut berifat hanya usulan. Namun keputusan akhir tetap dipercayakan lada Presiden Jokowi. "Relawan pengusung hanya memberikan masukan dan pertimbangan dan selanjutnya dengan hak prerogatif yang dimiliki Presiden Joko Widodo akan memilih yang terbaik untuk membantu di Kabinet. Kami meyakini, Presiden bisa memilih figur terbaik yang bisa bekerja sesuai visi misi Presiden," ujarnya. (ren)

Baca juga: ILC Terakhir, Fahri Minta Kenang-kenangan Karni Ilyas di Amplop