Relawan Vaksin COVID-19 Sinovac Alami Efek Samping Nyeri dan Pegal

Daurina Lestari, Adi Suparman (Bandung)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Uji klinis fase III vaksin COVID-19 Sinovac asal Tiongkok di Kota Bandung, Jawa Barat menunjukkan efek samping mulai dari nyeri dan pegal pada otot peserta uji klinis.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin COVID-19 dari Universitas Padjadjaran, Prof. Kusnandi Rusmil, dalam diskusi online bersama Bio Farma, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), dan Kementerian Luar Negeri.

"Semua subjek dipantau efek samping yang dirasakan pascasuntikan, sejauh ini efek samping yang timbul pascapenyuntikan adalah terbanyak reaksi lokal berupa nyeri pada tempat suntikan dengan intensitas mayoritas ringan, reaksi lainnya terbanyak adalah pegal pada otot," ujar Kusnandi, Rabu 30 Desember 2020.

Kusnandi menerangkan, uji klinis berlangsung selama lima bulan dengan 1,620 relawan dengan rentan usia 18 tahun hingga 59 tahun dengan masa pemantauan 14 hari.

Baca juga: Vaksin COVID-19 Buatan Iran Memasuki Uji Coba Klinis pada Manusia

"Skema darurat dengan interval 14 hari dengan 2 dosis menjadi pilihan untuk diuji sesuai dengan desain vaksin yang diuji di Brasil dan Turki. Penyuntikan dosis sudah selesai pada 6 November, dan pengambilan pasca-14 hari penyuntikan," katanya.

Kusnandi menerangkan, pihaknya saat ini tengah mematangkan persiapan laporan kepada BPOM untuk mendapatkan izin kegunaan keadaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA).

"Pemeriksaan antibodi dengan metode netralisasi dilakukan di Balitbangkes dengan metode eliza di Bio Farma. Laporan akan disampaikan kepada BPOM pada awal Januari 2021," katanya.