Reli Inggris Raya Targetkan Comeback pada 2022

I Gede Ardy Estrada
·Bacaan 1 menit

Promotor WRC terpaksa mengalihkan slot Reli Inggris Raya karena pihak penyelenggara lokal gagal memberikan kepastian terkait tempat pelaksanaan event.

Terjadi kekosongan lokasi setelah Wales, yang selama dua dekade terakhir jadi tuan rumah Reli Inggris Raya, memutuskan menarik diri pada tahun ini.

Asosiasi Olahraga Otomotif Inggris Raya, Motorsport UK, pun mencoba Plan B (rencana cadangan) dengan menggeser event reli ke teritori Irlandia Utara.

Namun negosiasi mengalami jalan buntu. Ketua Proyek Reli Inggris, Bobby Willis, tak mampu meyakinkan pemerintah Irlandia Utara untuk jadi tuan rumah WRC.

Irlandia Utara kali terakhir menjadi tuan rumah gelaran WRC adalah pada musim 2009 silam.

Irlandia Utara kali terakhir menjadi tuan rumah gelaran WRC adalah pada musim 2009 silam.<span class="copyright">Ford Motor Company</span>
Irlandia Utara kali terakhir menjadi tuan rumah gelaran WRC adalah pada musim 2009 silam.Ford Motor Company

Ford Motor Company

"Upaya tersebut termasuk menjaga dialog dengan semua otoritas dalam wilayah Inggris Raya sehingga penggemar reli di sini dapat menikmati WRC lagi," ia menambahkan.

Sementara itu, Direktur Pelaksana WRC, Jona Siebel, sedih karena Reli Inggris Raya kembali gagal diselenggarakan. Pada 2020 event tak bisa digelar karena pandemi.

Namun pihaknya selalu membuka pintu bagi Inggris Raya. Siebel mengatakan diskusi akan terus berjalan antara WRC dengan stakeholder di Irlandia Utara.

Hal ini pun dikonfirmasi oleh Bobby Willis. Ia menegaskan bahwa akan terus berusaha untuk menghadirkan Reli Inggris Raya di Irlandia Utara secepatnya.

"Kami harus menerima situasinya (tidak memungkinkan) pada 2021 dan fokus dengan perencanaan mengeksplorasi opsi untuk 2022," kata Willis.