Relokasi Kampung Ambon, Ini Penting Diperhatikan  

TEMPO.CO, Jakarta - Asisten Pemerintahan Wali Kota Jakarta Barat Denny Wahyu mengatakan, Pemerintah Kota Jakarta Barat setuju dengan usulan untuk merelokasi Kampung Ambon. Menurut Denny, peredaran narkoba yang terjadi di Kampung Ambon sudah dalam tahap yang sangat mengkhawatirkan. »Kami setuju jika Kampung Ambon itu direlokasi,” kata Denny di Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Rabu, 2 Mei 2012.

Usulan pemindahan Kampung Ambon itu disampaikan oleh juru bicara Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, Selasa, 1 Mei 2012. Menurut Rikwanto, relokasi Kampung Ambon perlu dilakukan guna mengurangi kegiatan bisnis narkoba yang beredar di wilayah tersebut. Untuk mewujudkannya, menurut Rikwanto, perlu kerja sama dengan pihak pemerintah kota sebagai pelaksana pemerintahan di Jakarta Barat.

Denny menyatakan, pemerintah kota tentu akan sangat mempertimbangkan usulan dari kepolisian untuk merelokasi Kampung Ambon. »Kalau usul polisi begitu tentu akan dipertimbangkan karena polisi tentu lebih mengetahui kondisinya,” kata Denny.

Meskipum begitu, Denny menyatakan rencana untuk merelokasi Kampung Ambon harus dilakukan secara matang. »Butuh perencanaan yang komprehensif dan terpadu dari semua instansi terkait. Tidak bisa hanya dari polisi atau pemerintah kota saja,” kata Denny.

Menurut Denny, relokasi Kampung Ambon memelukan perencanaan terpadu agar tidak sekedar memindahkan tempat bagi para penghuninya. »Kalau pindahnya bareng satu komunitas juga berarti cuma memindahkan lokasi peredaran narkoba saja,” ujarnya.

Denny menambahkan, ada hal penting yang mesti menjadi pertimbangan dan perhatian dalam merelokasi Kampung Ambon. Yaitu, ketika direlokasi, maka para penghuni kampung itu dibubarkan kemudian tersebar dalam beberapa komunitas. Nah, mereka akan melebur dengan komunitas masyarakat lainnya. Tentunya, pengawasan peredaran narkoba akan menjadi lebih sulit.

»Kalau digabung satu komunitas cuma memindahkan masalah, tapi kalau dipecah malah sulit untuk diawasi. Kalau sekarang satu tempat mudah diawasi, jadi seperti serba salah,” kata Denny.

Denny menambahkan, resistensi dari masyarakat juga menyulitkan razia. Pos interaksi yang didirikan pemerintah setempat tidak bekerja secara maksimal sehingga peredaran narkoba pun sangat tinggi di kawasan itu. »Resistensi masyarakat yang tinggi itu, jadi mereka juga antipati kepada polisi atau pemerintah kota sehingga kalau mau direlokasi akan bisa seperti perang jadinya,” ujarnya.

Denny pun meminta kepada seluruh pihak untuk ikut memberikan kontribusi terhadap rencana relokasi tersebut. "Skalanya sudah bukan Jakarta Barat, tetapi sudah nasional,” ujarnya.

Relokasi perlu diiringi dengan upaya menciptakan lapangan kerja bagi penghuni Kampung Ambon. Tujuannya, kata Denny, agar masyarakat tidak kembali menjalankan bisnis narkoba setelah menghuni tempat yang baru.

DIMAS SIREGAR

Berita Terkait:

Cerita dari Kampung Narkoba

Jangan Ganggu Saya

Tangan Godfather Narkoba di Kampung Ambon

Kampung Ambon 'Tiarap' Setelah Penggerebekan

Gaji Juru Timbang Narkoba Kampung Ambon Rp 30 Juta

Kampung Ambon, Surga Narkoba bagi Artis & Pejabat

Alasan Narkoba di Kampung Ambon Sulit Diberantas

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.