Remas Payudara dan Minta Oral, Alfaruk Diciduk Polisi

Laporan Wartawan Pos Kupang, Beny Jahang

TRIBUNNEWS.COM, KUPANG - LI (16), siswi SMA, warga Kampung Solor, Kecamatan Kota Lama, menjadi korban pencabulan yang dilakukan Alfaruk Umar Yusuf  (22), yang juga warga Kampung Solor. Aksi bejat ini, terjadi Sabtu (23/2/2013), sekitar pukul 16.00 Wita.

Dalam laporan yang diterima pihak kepolisian Polres Kupang Kota, peristiwa yang dialami LI, terjadi saat Alfaruk mengajaknya bercerita di salah satu rumah di belakang Gedung Keuangan Negara. Alfaruk beralasan, ingin menasehati LI.

LI hanya menurut saja, karena tidak menyadari bahwa akan mengalami perstiwa ini. Ia sudah menganggap Alfaruk seperti kakak sendiri.

Saat bersama Alfaruk tiba di rumah, LI mendapati di rumah tersebut, teman-teman pelaku sedang menenggak minuman keras (miras).

"Melihat teman-teman pelaku sedang asyik miras, korban pun tidak mau masuk ke dalam rumah tersebut," urai Humas Polres Kupang Kota, Januarius Mau, Senin(25/2/2013).

Tapi karena Alfaruk sudah tidak sabar ingin melakukan aksi bejatnya, dia menarik paksa LI ke dalam rumah. Pelaku memaksa korban untuk mengoral kemaluannya, namun korban menolak untuk melakukan hal itu.

Pelaku yang tidak puas, langsung meremas 'bukit kembar' alias payudara korban dan mencium bibirnya. Setelah itu, pelaku mengatakan kepada korban, kalau bersedia untuk melayani nafsu bejatnya, akan dibayar Rp 400 ribu.

Takut dengan perlakuan Alfaruk, korban langsung meminta bantuan dengan cara menelepon keluarganya. Sanak keluarga LI pun langsung melapor ke aparat kepolisian. Bergerak cepat, aparat kepolisian berhasil meringkus pelaku di tempat kejadian perkara (TKP).

Pelaku pun kini telah diamankan di Polres Kupang Kota. Ia diambil keterangannya dan diproses sesuai hukum.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.