Rencana Besar PB Esports Usai Sukses Gelar Turnamen Antar Pelajar

Robbi Yanto
·Bacaan 2 menit

VIVA – Turnamen E-Sports bertajuk Piala Pelajar Jabodetabek season 1 yang digelar PB Esports akhirnya rampung.

SMKN 13 Depok keluar sebagai juara setelah memenangi pertarungan final melawan 11 tim terbaik lainnya dari total 10.107 tim yang mendaftar.

Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran COVID-19, partai final digelar di kantor PB Esports di Gandaria 8 Office Tower, Gandaria City, Jakarta Selatan, Jumat 13 November 2020.

Wakil Ketua Umum PB Esport Indonesia, Komjen Pol Bambang Sunarwibowo bersyukur turnamen ini bisa berlangsung secara sukses.

Ke depannya, kata Bambang PB Esport bakal menggelar event ini dengan skala yang lebih besar. "Alhamdulillah kami melaksanakan turnamen esport Piala Pelajar ini dengan peserta diatas 10 ribu tim," kata Bambang.

"Apa yang kami laksanakan ini ada season 1, kedepan kami akan melaksanakannya lagi dengan skala nasional tahun depan. kami berharap bisa memperoleh bibit unggul atlet esports dari pelajar seJabodetabek," sambungnya

Turut hadir dalam acara ini, Wakil Ketua Dewan Pembina PB Esport Indonesia Sandiaga Uno, perwakilan KONI, perwakilan Kemenpora, Sekjen PB Esport Indonesia Frengky Ong dan juga Pengurus PB Esports Indonesia lainnya.

"PB Esport Buka 100 ribu lapangan pekerjaaan baru. Animo masyarakat terhadap Esport sangat tinggi, ini dibuktikan dalam waktu singkat turnamen Esport bisa menjaring 10 ribu peserta," kata Sandiaga.

"Jumlah Industri terkait Esport juga tidak main main yaitu mencapai 15 - 17 rupiah triliun per tahun. Ini juga bisa membuka 100 ribu lapangan kerja baru. Tentunya potensi peluang kerja ini sangat membantu mendongkrak ekonomi yang sedang terpuruk," ucapnya.

Sementara itu, SMKN 13 Depok berhasil mengungguli SMK Wirabuana 1 Bogor, SMK Citra Negara, SMK IT Raflesia, SMK KH Dewantoro, SMPN 1 Jasinga, SMKN 57 Jakarta, SMK Nusantara 1, SMK Insan Mulia Jakarta, SMP Martia Bhakti, SMA Dharma Karya Jakarta, dan SMKN 5 Kota Tangerang.

Sebagai juara, tim yang beranggotakan Riyanto, Mario, Idris dan Wardan itu berhak membawa pulang hadiah uang tunai Rp 120 juta. Sekolah juga mendapatkan uang pembinaan Rp 20 juta.

"Kami membentuk tim dalam waktu sekitar seminggu. Tim ini para pemainnya tidak satu jenjang. Kami latihan biasanya disela-sela pembalajaran jarak jauh. Semoga bisa memotivasi sekolah-sekolah lain agar mendukung esport," kata Reza Muhammad Ananda selaku pembina kesiswaan SMKN 13 Depok.

Kompetisi game Esport ini telah mengukir rekor dengan peserta terbanyak mencapai 10.107 tim (40.428 pemain) dari lebih 500 sekolah hanya dalam waktu selama 3 hari dibuka pendaftarannya. Selain itu, total hadiah Rp 500 juta sebagai hadiah terbanyak dalam sejarah kompetisi Esport di tanah air untuk level pelajar.