Rencana Kenaikan BBM Bikin Kecewa Jusuf Kalla

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla--biasa disapa JK-- menilai maraknya gejolak penolakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) karena pemerintah terlalu lama berwacana. Tak pelak, JK pun mengatakan banyaknya aski protes tersebut karena kelambatan dari pemerintah itu sendiri.

"Terlalu lama dibicarain sehingga terlalu banyak protes, yang begitu-begitu itu dianggap penting ya sudah dilaksanakan saja. Ini kan akibat dari pada kelambatan," kata JK di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta, Jumat (14/5/2013).

Wakil Presiden Republik Indonesia 2004-2009 itu juga menyayangkan sikap pemerintah yang lambat dalam menggulirkan Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM). Menurut JK, pemerintah tidak perlu berkonsultasi dengan DPR.

"BLSM itu kan otomatis saja. Tidak perlu bicara dengan DPR. Anggaran subsidi aja dipake di situ. Capek kita bicara BBM. Selama kita anggap perlu, ya sudah. yakin, jalankan," terang ketua Palang Merah Indonesia itu.

Lebih jauh dikatakan JK, APBN Sudah defisit. Subsidi untuk BBM sekarang ini diperoleh dari utang negara. "Anda naik mobil, naik motor, itu subsidinya anak anda nanti yang bayar. Mau nggak, Anda?" pungkasnya.

Baca Juga:

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.