Rencana Penarikan Militer AS dari Afghanistan Sandiwara Obama

REPUBLIKA.CO.ID, Koran Los Angeles Times Edisi Sabtu (30/4) menulis, pernyataan Presiden Amerika Serika, Barack Obama terkait penarikan pasukan negara ini dari Afghanistan bulan Juli tahun adalah palsu dan hanya sandiwara. Koran ini menambahkan, langkah ini didorong oleh masalah politik dalam negeri Amerika.

Menurut laporan IRNA, John Bolton, mantan wakil AS di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam sebuah artikelnya yang dimuat Los Angeles Times menulis, Obama harus secepatnya mengambil keputusan penting, berapa dan unit mana yang akan ditarik dari Afghanistan musim panas tahun ini.

Ia menekankan, pernyataan Obama ini bukan demi kepentingan AS di Afghanistan, namun lebih didorong oleh kepentingan politiknya di dalam negeri. Di bagian lain artikelnya, Bolton menulis, di saat Obama mengumbar janjinya pada tahun 2009 bahwa pasukan AS akan ditarik dari Afghanistan dan ia pun menginstruksikan penambahan jumlah militer Amerika di Kabul maka sejatinya langkah Obama ini terkesan ceroboh dan hanya membahayakan bagi dirinya.

Meski rencana penarikan pasukan AS dari Afghanistan hanya sekedar sandiwara, namun jalan yang ditempuh Obama menunjukkan bahwa ia tetap komitmen dengan rencananya hingga hancurnya Taliban dan al-Qaeda atau mencari jalan tengah guna menjahui pertikaian lebih parah, ungkap Bolton. Sikap Obama ini menjadi pesan bagi sahabat dan musuh AS di seluruh dunia.

Bolton menandaskan, realitanya kondisi keamanan di Afghanistan masih teka-teki meski AS mengklaim bahwa Afghanistan saat ini relatif aman. Namun demikian berbagai laporan menunjukkan kondisi keamanan di Afghanistan sangat memprihatinkan.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.