Rencana Relaksasi Usai PSBB, 63 Persen Wilayah Jawa Barat Bakal Kembali Normal

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Bandung - Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan melonggarkan aturan setelah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tingkat provinsi berakhir. PSBB di seluruh daerah di Jabar dimulai pada 6 Mei dan akan nerakhir pada 19 Mei mendatang.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyebutkan, 63 persen wilayahnya berpotensi dilakukan relaksasi setelah PSBB skala provinsi diberlakukan. Menurutnya, 63 persen wilayah di Jabar saat ini tidak menunjukkan pergerakan kasus virus Corona (Covid-19).

"Dari hasil PSBB provinsi, yang perlu diwaspadai 37 persen wilayah Jabar. Jadi 63 persennya punya potensi untuk dilakukan relaksasi pasca PSBB karena data menunjukkan pergerakan (kasus) tidak ada di 63 persen wilayah Jabar," kata Emil dalam jumpa pers di Bandung, Selasa (12/5/2020).

Emil, panggilan akrabnya mengungkapkan bahwa 63 persen wilayah di Jabar bisa kembali menjalani aktivitas normal. Namun demikian keputusan tersebut masih menunggu hasil evaluasi PSBB.

"Maka 63 persen wilayah ini bisa kembali ke situasi lebih normal setelah kita lakukan evaluasi," ungkapnya.

Kebijakan PSBB Buahkan Hasil

Petugas Dishub Kota Bandung menghentikan pemotor di check point atau titik pemeriksaan PSBB Jalan Rajawali, Rabu (6/5/2020). Ketidaklengkapan pengendara terkait sarung tangan dan masker jadi berkah bagi pedagang. (Liputan6.com/Huyogo Simbolon)
Petugas Dishub Kota Bandung menghentikan pemotor di check point atau titik pemeriksaan PSBB Jalan Rajawali, Rabu (6/5/2020). Ketidaklengkapan pengendara terkait sarung tangan dan masker jadi berkah bagi pedagang. (Liputan6.com/Huyogo Simbolon)

Pada kesempatan itu, Emil juga menyampaikan bahwa PSBB telah membuahkan konsistensi hasil. Dia menyebutkan dilaksanakannya PSBB membuat kegiatan masyarakat dapat ditekan sehingga kasus Covid-19 menurun.

"Sampai 12 Mei ini, jumlah pasien di rumah sakit rata-rata di angka sekitar angka 350-an. Jumlah ini turun di rentan akhir April sekitar 430 pasien. Jadi di Jabar selama PSBB juga pasien yang dirawat itu menurun jumlahnya," ujarnya.

Sementara dari sisi angka kematian, Emil juga mengungkapkan terjadi penurunan. Emil berujar, sebelum PSBB, angka kematian akibat virus rata-rata 7 orang per hari. Namun angka kematian per hari saat ini menjadi 4 pasien.

"Untuk tingkat kesembuhannya sudah naik dua kali lipat," kata mantan wali kota Bandung itu.

Angka Reproduksi Covid-19 Menurun

Sejumlah aparat kepolisian memeriksa pengendara yang melintas di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, saat diberlakukannya Pembatasa Sosial Berskala Besar (PSBB), Rabu (22/4/2020). (Liputan6.com/Huyogo Simbolon)
Sejumlah aparat kepolisian memeriksa pengendara yang melintas di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, saat diberlakukannya Pembatasa Sosial Berskala Besar (PSBB), Rabu (22/4/2020). (Liputan6.com/Huyogo Simbolon)

Selain itu, Emil mengatakan bahwa tingkat kecepatan atau angka reproduksi Covid-19 sebelum PSBB berada pada indeks 3. Sekarang turun di angka 0,86.

"Jadi sudah turun jauh sekali, menandakan sebelum PSBB banyak orang mudik dan belum dilarang beraktivitas," katanya.

"Lalu lintas kita kita juga sebenarnya memenuhi kriteria secara teori yaitu menekan pergerakan lalu lintas hingga 30 persen," ucapnya menambahkan.

Namun demikian, berdasarkan data yang diperoleh tim gugus tugas didapatkan masih ada pergerakan masyarakat terutama di sore hari.

"Tetapi setelah kita buka datanya ada pergerakan naik setiap jam 4 sore. Berarti masyarakat yang maksa ngabuburit masih ada," katanya.

Simak video pilihan di bawah ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel