Rencana Timnas Indonesia U-19 TC di Korsel atau Spanyol Dinilai Tidak Efektif

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Makassar - Rencana PSSI memberangkatkan Timnas Indonesia U-19 untuk melakukan pemusatan latihan (TC) di Korsel atau Spanyol dinilai tidak efektif.

Hal itu ditegaskan Tony Ho, pelatih Persipura Jayapura U-20 kepada Bola.com yang menyambangi kediamannya di Makassar, Jumat (20/11/2020). Tony punya alasan tersendiri untuk menguatkan argumennya.

Menurut mantan pelatih PSM Makassar dan Persebaya DU ini, iklim di Korsel dan Spanyol yang tengah memasuki musim dingin tidak pas untuk timnas U-19 yang akan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 tahun depan.

Apalagi saat ini, kompetisi usia muda di Spanyol dan negara elite Eropa lainnya seperti Belanda dan Jerman juga tengah vakum akibat pandemi COVID-19. Jadi, kalau untuk sekadar latihan saja lebih baik dilakukan di Indonesia.

"Secara iklim tak masalah. Fasilitas dan sarana di Indonesia juga mendukung untuk latihan. Apalagi, saya melihat materi timnas U-19 saat ini kan belum permanen. Buktinya, setelah pemusatan latihan dan uji coba selama dua bulan di Kroasia, coach Shin Tae-yong melakukan pemanggilan 13 pemain baru," tegas Tony.

Alasan PSSI menggelar TC di Spanyol dengan alasan bisa memantau pemain keturunan Indonesia dinilai Tony juga kurang pas.

"Kalau alasan itu benar, berarti coach Shin Tae-yong belum sepenuhnya yakin dengan kemampuan Timnas Indonesia U-19 saat ini yang mayoritasnya pemainnya asli Indonesia," tutur Tony.

Pemain Keturunan

Shin Tae-yong mengubah posisi Jack Brown pada pemusatan latihan Timnas Indonesia U-19 di Kroasia dari gelandang ke penyerang. (dok. PSSI)
Shin Tae-yong mengubah posisi Jack Brown pada pemusatan latihan Timnas Indonesia U-19 di Kroasia dari gelandang ke penyerang. (dok. PSSI)

Hal ini berbanding terbalik dengan pernyataan Shin Tae-yong saat menyikapi rencana menaturalisasi pemain asal Brasil. Pelatih timnas Korsel pada Piala Dunia 2018 dengan tegas mengatakan tak butuh pemain naturalisasi.

"Padahal, apa bedanya dengan pemain keturunan Indonesia yang lahir dan besar di Eropa. Paspor mereka belum tentu Indonesia. Jadi sama saja dengan naturalisasi," papar Tony.

Tony menambahkan, kalau Shin Tae-yong kurang percaya dengan kemampuan pemain lokal, lebih baik dia memakai pemain keturunan saja di Timnas Indonesia U-19.

"Tentu targetnya di Piala Dunia U-20 nanti harus lebih tinggi," katanya.

Sejatinya, lanjut Tony, Shin Tae-yong masih ada waktu untuk membentuk tim. Karena idealnya, bila Piala Dunia U-20 jadi digelar pada Mei 2021, penentuan tim definitif bisa dilakukan pada Maret tahun depan.

Saksikan video pilihan berikut ini: