Rencana Trump pangkas pasukan AS memicu kekhawatiran di Jerman

Frankfurt am Main (AFP) - Jerman pada Minggu menyuarakan kekhawatiran terhadap laporan bahwa Presiden Donald Trump berencana mengurangi jumlah pasukan AS yang ditempatkan di Jerman, di tengah kekhawatiran hal itu dapat melemahkan pilar utama pertahanan NATO di wilayah tersebut.

Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas mengatakan kedua negara tetap berupaya bekerja sama lebih erat meskipun hubungan trans-Atlantik menjadi "rumit" di bawah Trump.

Politisi senior lainnya di Berlin lebih blak-blakan dengan mengecam rencana itu sebagai pukulan terbaru bagi hubungan AS-Jerman dan sebuah risiko keamanan potensial.

"Jika itu menyangkut penarikan sebagian pasukan AS, kami memahami hal ini," kata Maas kepada harian Bild am Sonntag.

"Kami menghargai kerja sama dengan angkatan bersenjata AS yang telah berkembang selama beberapa dekade. Ini demi kepentingan kedua negara kami."

Peter Beyer, koordinator Kanselir Angela Merkel untuk hubungan transatlantik, memperingatkan bahwa "hubungan Jerman-AS dapat sangat dipengaruhi" oleh keputusan Trump.

Wall Street Journal dan media lainnya melaporkan pada Jumat bahwa Trump telah memerintahkan Pentagon untuk memangkas jumlah personil militer AS sebanyak 9.500 dari 34.500 saat ini yang ditugaskan secara permanen di Jerman.

Langkah seperti itu akan secara signifikan mengurangi komitmen AS untuk pertahanan Eropa di bawah payung NATO, dan tampaknya membuat Berlin lengah.

Namun Maas mengakui hubungan dengan pemerintahan Trump menjadi tegang.

"Kami adalah mitra dekat dalam aliansi transatlantik. Tapi itu rumit," kata Maas kepada Bild, dengan mengiyakan pada perselisihan mulai dari kesepakatan nuklir Iran hingga kontribusi NATO dan dukungan Berlin untuk pipa gas Rusia.

Tidak ada konfirmasi segera dari para pejabat AS tentang dugaan rencana untuk memangkas jumlah pasukan AS di Jerman dan membatasi mereka menjadi 25.000 di masa depan.

Namun dukungan Trump yang suam-suam kuku atas perjanjian kerja sama jangka panjang dengan sekutu Eropa telah lama menimbulkan kekhawatiran di benua itu.

Pemimpin AS itu secara khusus bersikap pedas terhadap Jerman dalam beberapa tahun terakhir, menuduh sesama anggota NATO tidak membelanjakan cukup uang untuk pertahanan.

Jerman menampung pasukan AS yang lebih banyak dari pada negara-negara lain di Eropa, warisan pendudukan Sekutu setelah Perang Dunia II.

Johann Wadephul, anggota senior partai Persatuan Kristen Demokrat (CDU) yang mengusung Kanselir Jerman Angela Merkel, mengatakan rencana pengurangan pasukan AS ini menunjukkan bahwa Trump, "Mengabaikan tugas kepemimpinan dasar: melibatkan mitra aliansi dalam proses pengambilan keputusan".

Namun demikian, dia juga menyebut kasus ini menyadarkan Eropa untuk lebih banyak tanggung jawab atas pertahanan mereka sendiri, katanya dalam sebuah pernyataan pada Sabtu.

Hanya China dan Rusia yang akan mendapat keuntungan dari "perselisihan" antara sekutu NATO, tambah Wadephul.

Rolf Muetzenich, pemimpin kelompok parlementer Partai Sosial Demokrat kiri-tengah SPD, mitra koalisi Merkel, mengatakan kepada kelompok surat kabar Funke bahwa rencana AS dapat mengarah kepada "penataan kembali kebijakan keamanan yang berkelanjutan di Eropa".

Rencana Trump ini sendiri mendapat kritik dari dalam negeri. Mantan komandan Angkatan Darat AS di Eropa Ben Hodges, yang sempat ditempatkan di Wiesbaden, Jerman sebelum pensiun, mengatakan penarikan AS akan menjadi "kesalahan besar" dan "hadiah" untuk Presiden Rusia Vladimir Putin.

"Pasukan AS tidak ada di Eropa untuk melindungi Jerman," ia mencuit. "Mereka basis terdepan, sebagai bagian dari NATO, untuk melindungi semua anggota, termasuk AS."

Meskipun kehadiran militer Amerika telah sangat berkurang sejak akhir Perang Dingin hampir tiga dekade lalu, Jerman tetap menjadi pusat penting bagi angkatan bersenjata AS.

Selain berfungsi sebagai pencegahan terhadap kebangkitan Rusia, pasukan AS menggunakan pangkalan Jerman mereka untuk mengoordinasikan operasi militer di Eropa, Afrika dan Timur Tengah.

Markas besar pasukan AS di Eropa dan Afrika keduanya berbasis di Stuttgart, sedangkan pangkalan udara AS di Ramstein memainkan peran penting dalam mengangkut tentara dan peralatan ke Irak dan Afghanistan.

Rumah sakit militer AS di Landstuhl, dekat Ramstein, adalah yang terbesar dari jenisnya di luar Amerika Serikat.

Perdana Menteri Polandia Mateusz Morawiecki mengatakan pada Sabtu bahwa ia mengharapkan sejumlah pasukan yang pindah dari Jerman dipindahkan ke Polandia.