Rencana Whisnu Sakti Buana Jabat Plt Wali Kota Surabaya Selama Dua Bulan

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Surabaya - Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana mengaku masih belum bisa membahas mengenai progam kerja di Pemerintahan Kota Surabaya.

"Saya belum bisa bicara tentang program karena surat juga baru terima sore tadi, saya juga sudah koordinasi dengan Pak Sekda dan mungkin rapat internal juga akan bisa kita gelar besok siang atau sore. Pak Sekda juga masih di luar kota tapi besok pagi sudah meluncur balik ke Surabaya," tutur dia di Gereja Katolik Redemtor Mundi Dukuh Kupang, Surabaya, Jawa Timur, ditulis Jumat, (25/12/2020).

Whisnu mengatakan, karena situasi serba mendadak sehingga kembali mengakui tidak tahu. Hal ini karena berita yang diterima Tri Rismaharini (Risma) masih bisa merangkap jabatan Menteri Sosial (Mensos) dan Wali Kota Surabaya.

"Karena beritanya Bu Risma bisa merangkap maka saya masih tenang-tenang saja kemarin. Karena suratnya baru saya terima sore tadi, ya apapun harus kita laksanakan yang prinsipnya saya akan tetap menjalankan apa yang sudah digariskan dan sudah dikerjakan Bu Risma ke depan sampai dua bulan masa akhir jabatan nanti," tutur dia.

Dikonfirmasi apakah selama dua bulan terakhir ini akan menjalankan program pribadi, Whisnu mengatakan bakal mellihat dulu situasinya.

"Kalau definitif itu urusan lain, mau definitif atau tidak itu yang penting bagi saya roda pemerintah Kota Surabaya harus terus berjalan untuk kepentingan rakyat Surabaya, prinsipnya seperti itu," ujar dia.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Tidak Ada Perayaan Malam Tahun Baru

Ketua DPC PDIP Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana. (Liputan6.com/Dian Kurniawan)
Ketua DPC PDIP Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana. (Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Disinggung mengenai protokol kesehatan (Prokes) libur Natal dan tahun baru, Whisnu mengatakan sudah menghubungi ajudan Kapolrestabes Surabaya.

"Mungkin besok saya bisa ketemu beliau dan kita akan berkumpul dengan Forkopimda. Dari hasil kesepakatan kemarin Bu Wali juga sudah sepakat untuk urusan perayaan malam Natal dan Tahun Baru. Seperti apa dan itu yang akan kita laksanakan," ucapnya.

Whisnu mengungkapkan, prinsipnya sesuai dengan Maklumat Kapolri, tidak ada perayaan malam tahun baru khususnya, iring-iringan konvoi dan sebagainya juga dilarang. "Selanjutnya pesta kembang api juga kita larang, mengundang kerumunan," ujar dia.

Whisnu berkelakar, mungkin pesta kembang api di dalam rumah diperbolehkan karena tidak menimbulkan kerumunan banyak orang tapi ada risiko.

"Itu tidak mengundang kerumunan, intermezzo lah. Jadi kemarin itu kesepakatannya adalah kita mengawasi jangan sampai ada penjualan kembang api untuk menghindari itu semua. Kita kerjasama dengan Polrestabes Surabaya dan TNI dan juga dari Pak Danrem juga hadir," ucapnya.

Whisnu mengatakan, dirinya sebenarnya janjian bertemu dengan Sekda pada Jumat 25 Desember 2020. Akan tetapi, dia juga tidak tahu apakah Sekda dengan asisten atau dengan siapa yang bisa bertemu dengannya.

"Karena sebenarnya ini hari libur tapi situasinya mendesak semua seperti ini. Suratnya juga baru turun sore tadi seperti ini. Yang penting kita siap untuk menjalankan apa yang sudah ditetapkan kebijakannya Bu Risma, kita tidak akan terus membuat yang aneh-aneh," ujarnya.

Ditanya apakah sudah ada komunikasi dengan Risma, Whisnu mengaku belum melakukan karena surat penunjukan dirinya sebagai Plt Wali Kota Surabaya baru Kamis sore diterima.

"Kami masih mencoba menghubungi Bu Risma, mau koordinasi mau seperti apa karena mulai dari Sekda, asisten, dan kepala-kepala dinas saya kontak tapi belum bisa sambung. Insya Allah mulai besok kita bisa berkoordinasi dengan detail, mau seperti apa sehingga ke depan tidak ada hal-hal yang salah. Yang penting apa yang kita selesaikan dalam dua bulan ini, akan kita selesaikan," ucap Whisnu.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini