Rentan Kena Hoaks terkait Kesehatan, Lansia Perlu Edukasi Digital

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kelompok lanjut usia (lansia) rentan terkena penyakit seperti COVID-19. Oleh sebab itu, mereka dianjurkan untuk menggunakan layanan telemedis agar bisa mengontrol kesehatan tanpa harus bertatap muka.

Berdasarkan data Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) tahun 2020 lansia yang mengakses teknologi informasi termasuk telemedis masih sangat terbatas, yaitu 11,4 persen.

Di sisi lain, Direktur Jendral Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) Samuel Abrijani Pangerapan juga menerangkan bahwa akses internet didominasi kaum muda.

“Akses internet saat ini sudah mencapai 202,7 juta orang atau 73 persen. Namun, memang masih didominasi oleh kaum muda,” katanya dalam keterangan pers Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Jumat (22/10/2021).

Menurut data dari World Bank, penduduk yang lebih muda dapat lebih aktif secara digital ketimbang penduduk yang lebih tua. Pusat data menunjukkan bahwa tingkat penggunaan teknologi dan internet penduduk lanjut usia masih rendah terutama untuk penduduk lansia di daerah pedesaan.

Target Penipuan dan Hoaks

Kurangnya edukasi terhadap lansia terkait akses internet yang baik tak hanya bedampak pada sulitnya kontrol kesehatan, tapi juga rentan kena penipuan dan hoaks.

“Lansia ini banyak menjadi target dari penipuan serta mudah termakan hoaks. Ini kita perlu melakukan langkah-langkah antisipasi supaya warga lansia kita dapat produktif dan merasa aman dalam beraktivitas di ruang digital,” kata Samuel.

Maka dari itu, KOMINFO bekerja sama dengan BKKBN menarget supaya lansia dapat teredukasi dan paham terhadap ruang digital dan bagaimana cara beraktivitas di ruang digital.

Prevalensi Lansia

Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2020 menunjukkan bahwa penduduk lanjut usia (lansia) di Indonesia mengalami kenaikan setiap tahunnya.

Penduduk lansia berjumlah 26,82 juta jiwa atau setara dengan 9,92 persen dari populasi penduduk. Jumlah tersebut diperkirakan akan meningkat setiap tahunnya yang tercermin dari peningkatan usia angka harapan hidup penduduk Indonesia.

Menurut Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KSPK) BKKBN Nopian Andusti, kenaikan jumlah lansia yang begitu besar menjadi tantangan dalam aspek kehidupan baik kesehatan, ekonomi, sosial, dan lingkungan.

“Dalam era revolusi industri 4.0 masyarakat melibatkan internet sebagai aspek kehidupan sehingga diharapkan berkembang teknologi dapat menciptakan nilai baru dan menyelesaikan permasalahan sosial termasuk untuk lansia,” pungkasnya.

Infografis Vaksinasi COVID-19 Lansia di Indonesia Masih Rendah

Infografis Vaksinasi Covid-19 Lansia di Indonesia Masih Rendah. (Liputan6.com/Trieyasni)
Infografis Vaksinasi Covid-19 Lansia di Indonesia Masih Rendah. (Liputan6.com/Trieyasni)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel