Rentetan Gempa di Pantai Selatan Jabar Dipicu Aktivitas Sesar Dasar Laut

Merdeka.com - Merdeka.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut gempa bumi di wilayah selatan Jawa Barat dipicu sesar aktif dasar laut. Sesar aktif tersebut adalah di lempeng Eurasia dan aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia yang menghujam di bawah Lempeng Eurasia.

Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang Selatan, Hartanto menjelaskan bila memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposentrumnya, gempa yang terjadi berjenis dangkal. Itu terjadi karena aktivitas aktif dasar laut di lempeng Eurasia atau intraplate earthquake.

"Dampak gempa bumi yang digambarkan oleh peta tingkat guncangan (Shakemap) BMKG dan berdasarkan laporan dari masyarakat, gempabumi ini dirasakan di wilayah Cianjur, Tasikmalaya, Garut, dan Sukabumi dengan Skala Intensitas II MMI," jelasnya.

Selain itu, di Kabupaten Bandung, getaran gempa terasa dengan Skala Intensitas I - II MMI, atau tidak dirasakan kecuali dalam keadaan luar biasa oleh beberapa orang. Pihaknya hingga saat ini belum menerima laporan adanya kerusakan bangunan akibat gempa bumi yang terjadi.

"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," katanya.

Sementara itu, Plt Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono menjelaskan hasil update analisis BMKG menyatakan gempa memiliki parameter magnitudo 5,1 untuk gempa kedua.

"Episenter berlokasi di laut pada jarak 60 km arah selatan Caringin, Garut, pada kedalaman 53 km," ungkapnya.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposentrumnya, menurutnya, gempabumi yang terjadi berjenis dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia yang menghujam di bawah lempeng Eurasia.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault)," jelasnya.

Berdasarkan data yang diterimanya, gempa bumi kembali berdampak dan dirasakan di Garut, Cianjur, Tasikmalaya, hingga Ciamis. "Gempa selanjutnya kemudian dinyatakan sebagai gempa lanjutan atau aftershock," ucapnya.

Daryono mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh dengan isu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Selain itu juga, warga diminta untuk menjauhi bangunan retak atau rusak akibat gempa.

"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah," katanya.

Sebelumnya, Kabupaten Garut diguncang gempa beberapa kali. Lokasi gempa berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terjadi di wilayah lautan Garut, namun situasi warga pasca-gempa dipastikan kondusif.

Berdasarkan info dari BMKG, gempa pertama terjadi sekitar pukul 19.29 WIB dengan kekuatan magnitudo 4,9. Lokasi gempa 8.14 lintang selatan-107.35 bujur timur atau 119 kilometer barat daya Kabupaten Garut dengan kedalaman 16 kilometer.

Gempa kedua kemudian terjadi sekitar pukul 20.18 WIB dengan kekuatan magnitudo 5,5. Lokasi gempa 8.18 lintang selatan-107.36 bujur timur atau 122 kilometer barat daya Kabupaten Garut dengan kedalaman 10 kilometer.

Gempa ketiga terjadi kembali sekitar pukul 20.29 WIB dengan kekuatan magnitudo 4,2. Lokasi gempa 8.20 lintang selatan-107.36 bujur timur atau 126 kilometer barat daya Kabupaten Garut dengan kedalaman 4 kilometer.

Gempa keempat terjadi lagi pukul 20.29 WIB dengan kekuatan magnitudo 4,2. Lokasi gempa 8.11 lintang selatan-107.36 bujur timur atau 115 kilometer barat daya Kabupaten Garut dengan kedalaman 19 kilometer.

Kepala Satuan Polisi Air dan Udara Kepolisian Resor Garut, AKP Adnan Muttaqien mengatakan bahwa getaran gempa di pesisir pantai selatan Garut memang cukup terasa. Namun walau begitu ia memastikan tidak ada kepanikan berlebihan dari warga.

"Gempa memang beberapa kali terasa, namun situasi warga kondusif, tidak ada kepanikan berlebih, situasi normal. Anggota kami di lapangan terus bersiaga untuk memantau situasi dan perkembangan lebih lanjut," kata Adnan saat dihubungi melalui sambungan telepon.

[ray]