Rentetan Kekerasan Teroris OPM yang Makan Korban Orang Asli Papua

·Bacaan 2 menit

VIVA – Kekerasan yang terjadi di Papua terus berlanjut. Terakhir atau Jumat kemarin, Orang Asli Papua (OAP) kembali menjadi korban kejinya kelompok separatis bersenjata atau oleh aparat sekarang mereka disebut teroris OPM.

Pengamat Intelijen dan Terorisme, Stanislaus Riyanta, amat menyayangkan kejadian baru-baru ini. Tiga warga meninggal dunia, salah satunya adalah Patianus Kogoya seorang kepala kampung di Nipuralome, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua.

"Cara-cara dan gerakan mereka sudah sesuai dengan definisi terorisme dalam UU No 5 Tahun 2018. Aksi ini juga dapat dinilai bahwa mereka semakin tertekan sehingga meningkatkan intensitas aksinya," kata Stanislaus kepada wartawan, Minggu 13 Juni 2021.

Stanislaus berharap kerja sama antar aparat keamanan dengan masyarakat perlu dikuatkan. Aparat keamanan harus hadir untuk melindungi masyarakat, begitu juga masyarakat harus percaya penuh kepada aparat keamanan.

Sebelum penembakan kepala kampung Patianus Kogoya, kisah tragis juga dialami pelajar asli Papua bernama Ali Mom yang menjadi korban Kebiadaban teroris OPM.

Ali Mom ditembak kelompok Lekagak Telenggen. Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Sebby Sambom mengaku membunuh dan membantai sadis pelajar SMA itu.

Rentetan kekerasan bahkan hingga meregang nyawa juga terjadi oleh warga bernama Boni Bagau pada akhir Januari 2021. Boni merupakan warga sipil di Kabupaten Intan Jaya, Papua, yang ditembak OPM pimpinan Undius Kogoya.

Begitu juga di April 2021 lalu, Sebby menyampaikan dengan tegas pihaknya tetap akan menghabisi OAP yang dianggap menjadi mata-mata.

Sebelumnya diketahui, Jumat 4 Juni 2021 lalu, dilaporkan sebanyak tiga orang tewas dalam aksi teror yang dilakukan kelompok teroris OPM.

Berdasarkan laporan, Kapolres Puncak Kompol I Nyoman Punia telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) terkait sejumlah bangunan di Bandara Aminggaru, Ilaga, yang dibakar teroris OPM, Kamis 3 Juni 2021. Kapolres berkoordinasi dengan pihak TNI untuk mengevakuasi para korban.

Dengan menumpang 1 truk, aparat gabungan dari Satgas Pamtas Mobile Yonif 715/MTL dan Satgas Apter Persiapan Koramil Mayuberi yang dipimpin oleh Letda Ckm dr. Lonal M (Dokter Yonif R 715/MTL) berangkat dari Pos Satgas Apter Persiapan Koramil Mayuberi, Kampung Kago menuju Kampung Nipuralome.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel