Rerie: Pelibatan masyarakat soal stunting harus disertai transparansi

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan pelibatan masyarakat dalam mengakselerasi penurunan angka stunting harus disertai dengan transparansi pengelolaan bantuan dan langkah yang terukur dalam merealisasikan pemenuhan target kesehatan anak di tanah air.

"Menurunkan angka prevalensi stunting sebesar 10,4 persen dalam waktu kurang dari dua tahun merupakan upaya yang cukup berat, sehingga memerlukan dukungan para pemangku kepentingan dan masyarakat dalam merealisasikannya," kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Jumat.

Baca juga: Ketua MPR dorong Pemerintah sosialisasikan vaksin dalam negeri

Pemerintah menargetkan prevalensi stunting di tanah air mencapai 14 persen pada 2024. Hal itu berarti para pemangku kepentingan harus menurunkan angka prevalensi stunting sebesar 10,4 persen dalam waktu kurang dari dua tahun.

Dalam rapat kerja percepatan penurunan angka stunting Kamis (4/8) dijelaskan, salah satu langkah yang akan dilakukan pemerintah adalah mengajak masyarakat atau perusahaan swasta mengarahkan kegiatan CSR-nya untuk mengakselerasi penurunan angka stunting di daerah-daerah yang prevalensi stunting yang tinggi.

Menurut Rerie upaya pemerintah melibatkan kalangan swasta berperan aktif menurunkan angka prevalensi stunting merupakan bentuk upaya menghidupkan semangat gotong-royong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Rerie berharap ajakan pemerintah agar pihak swasta ikut terlibat dalam penurunan angka stunting di tanah air harus diikuti dengan kesiapan mekanisme yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Sehingga, kata Rerie bantuan yang diberikan masyarakat dipastikan tepat sasaran dan berdampak positif pada program pemerintah itu.

Langkah-langkah yang diterapkan pemerintah dalam program penurunan angka prevalensi stunting, menurutnya juga harus dipastikan mampu mengakselerasi pencapaian target prevalensi stunting di tanah air.

Sehingga, lanjut Rerie dibutuhkan keseriusan dan konsistensi para pemangku kepentingan dalam merealisasikan sejumlah program penurunan angka stunting di daerah masing-masing.

Karena, menurut Rerie upaya menurunkan angka stunting tidak hanya melalui pemberian tambahan gizi pada balita saja.

Lebih dari itu, kata dia juga harus dilakukan intervensi kecukupan zat besi pada remaja putri dan ibu hamil serta kecukupan gizi pada ibu hamil, untuk mencegah bayi yang lahir tidak kekurangan gizi sehingga mencegah pertambahan angka stunting.

Karena itu, Rerie mengatakan dibutuhkan kolaborasi yang baik dari semua pihak dalam memastikan sejumlah program akselerasi penurunan angka stunting di tanah air berjalan baik dan tepat sasaran.

Baca juga: Bamsoet: Langkah tepat PPHN dihadirkan lewat konvensi ketatanegaraan
Baca juga: Ketua MPR: Tugas humas sampaikan capaian keberhasilan pemerintah
Baca juga: MPR: Vaksin COVID-19 produksi BUMN bentuk kemandirian bangsa

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel