Resensi Buku Disorder: Menyelami Dunia Baru

Syahdan Nurdin, rilis
·Bacaan 3 menit

VIVA - Saya membaca buku ini cukup lama, lebih dari seminggu. I am a slow reader. Pasalnya, kalau ada kalimat atau paragraf yang bagus, saya baca ulang, saya kutip (saya catat), siapa tahu kelak bisa saya gunakan sebagai bahan ajar penulisan karya fiksi. Setelah proses membaca yang lama, begitu selesai membaca, saya menjadi speechless.

Terlalu banyak hal baik yang ingin saya utarakan, namun masalahnya, semua hal baik itu sudah ditulis atau diungkapkan oleh para endorser, reviewer, dan pembaca terdahulu. Saya nyaris kehabisan kata-kata. Perlu dua hari bagi saya untuk mengumpulkan semua rasa yang saya dapat ketika membaca novel saintifik dengan sentuhan thriller ini.

Novel yang paling diantisipasi tahun ini, karya Akmal Nasery Basral, memiliki kesempurnaan di setiap elemennya. Cerita novel terilhami oleh kondisi dunia saat ini yang dilanda pandemi Covid-19, yang kemudian dikembangkan melalui kekuatan imajinasi. Ide ceritanya original, otentik, out of the box.

Ini kisah mengenai perjuangan seorang ahli epidemiologi Indonesia menelusuri asal-usul gejala epidemi baru yang mencemaskannya, yang membuatnya bergerak dari Kupang-Atambua-Jakarta hingga ke Lyon dan Saint-Cyr-sur-Menthon (Prancis) serta Harbin dan Beijing (China).

Penokohannya (karakterisasi) menarik: protagonisnya jelas, antagonisnya tidak jelas hingga bagian akhir. Karakter juga tidak simple atau statis, melainkan round dan developed, berkembang sesuai sikon yang dihadapi (dokter Ata bisa sangat strong-minded, bisa sangat mellow). Semua karakter yang lain, yang pembaca belum tahu apakah golongan protagonis atau antagonis, juga digambarkan secara tidak sederhana. Menarik dan sangat menantang.

Resensi Buku: Judul: Disorder Pengarang: Akmal Nasery Basral Penerbit: Bentang Pustaka Tebal: 483 halaman Terbit: Desember 2020
Resensi Buku: Judul: Disorder Pengarang: Akmal Nasery Basral Penerbit: Bentang Pustaka Tebal: 483 halaman Terbit: Desember 2020

Resensi Buku: Judul: Disorder Pengarang: Akmal Nasery Basral Penerbit: Bentang Pustaka Tebal: 483 halaman Terbit: Desember 2020

Karena ceritanya sendiri sudah sangat kuat, tantangan bagi pengarang tampaknya pada bagaimana menyusun alur ( plot). Bila tidak cerdik, pengarang akan terjebak dalam alur maju mundur ( flashback – flashforward) yang dapat membingungkan pembaca. Pilihan menggunakan sub judul pada setiap awal bab--seperti tradisi di ranah pemberitaan dan tidak terlalu biasa di ranah novel--berhasil mengatasi persoalan itu.

Pembaca menjadi fokus pada satu per satu gagasan dan menyerap makna secara lebih mudah. Alur yang terbagi menjadi 54 sub judul ini pun tampak diatur dengan cermat dan hati-hati, sehingga titik klimaks yang diharapkan pengarang berhasil mengejutkan pembaca di bagian akhir. Sebagai pembaca, saya tidak menduga akhir cerita. Mengejutkan, tapi masuk akal. Ya, bahkan kisah fiksi pun harus make sense.

Latar cerita ( setting), sebagaimana content cerita, menunjukkan kekayaan pengalaman dan pengetahuan pengarang, selain juga kekuatan risetnya. Setiap detil meyakinkan. Pengarang tak hanya tampak menguasai ilmu tentang virus, dia bahkan menjelaskan jenis-jenis penyakit babi yang masyarakat tak banyak tahu, termasuk para pemakan daging babi. Latar waktu yang dipilih, 2026, juga menguntungkan karena dekat dengan kondisi sekarang (agak realistis), namun memungkinkan khayalan (futuristik). Cerita yang fiktif ini menjadi hidup, seolah kita (pembaca) sedang berada di dunia dan di masa yang sama. Kita tenggelam menyelaminya.

Dari segi gaya bahasa, Akmal Nasery Basral dapat disejajarkan dengan Dee Lestari dalam penemuan diksi, frasa, dan kalimat-kalimat yang indah yang senantiasa berakhir dengan berima ( rhyme). Ini hanya beberapa contoh di antaranya:

- Drone membumbung laksana skuadron tawon membombardir dengung

- Dengkur yang mengantar ke alam tidur

- Dengkur yang menggelegar seperti sekumpulan babi lapar

- Felicia menggelengkan kepala dengan senyum hambar. “Dasar!”

- Puncak malam semakin menjauh, kaki waktu sedang meniti dini hari menuju subuh.

Saya sengaja tidak menulis sinopsis novel Disorder, dengan maksud agar pembaca tulisan saya ini menjadi penasaran dan mencari bukunya. Bila Anda ingin WFH Anda diisi kegiatan yang mencerahkan dan memperkaya khasanah batin dan akal Anda, buku ini highly recommended. (Penulis: Sirikit Syah, Jurnalis senior, penerjemah buku Karen Armstrong Muhammad: A Biography of the Prophet )