Resep Indro Warkop Konsisten di Dunia Seni Selama Lebih dari 40 Tahun, Terus Bersyukur dan Ikhlas

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Drs. H. Indrodjojo Kusumonegoro, M.M. alias Indro Warkop bukan nama baru di industri sinema Tanah Air. Ia adalah legenda hidup yang konsisten mengawal perfilman Nasional.

Kali pertama, Indro Warkop tampil di layar lebar lewat film Mana Tahan pada 1979. Artinya, lebih dari 40 tahun sang aktor berkesenian. Selama itu, produktivitasnya tak pernah kendur.

Banyak seniman generasi baru ingin konsisten berkesenian seperti personel Warkop DKI itu. Tahun ini, Indro Warkop masih eksis di layar putih lewat film Pintu Surga Terakhir. Apa resepnya?

Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Bicara Resep

Indro Warkop. (Foto: Instagram @indrowarkop_asli)
Indro Warkop. (Foto: Instagram @indrowarkop_asli)

“Kalau resep mungkin enggak ada, karena setiap seniman pasti lain-lain (caranya). Pemahaman orang beda-beda, komitmen orang juga beda-beda dalam bekerja,” kata Indro Warkop.

Dalam sesi Instagram Live Moviepedia Liputan6.com, Senin (8/11/2021), aktor kelahiran Purbalingga, 8 Mei 1958 ini menjelaskan, setiap seniman punya konsep berbeda dalam berkarya.

Fondasi Karier

Indro Warkop dalam sesi siaran langsung Instagram Moviepedia Liputan6.com, Senin (8/11/2021).
Indro Warkop dalam sesi siaran langsung Instagram Moviepedia Liputan6.com, Senin (8/11/2021).

“Kalau saya, selalu ingin konsisten, punya komitmen bahwa sebagai seniman harus punya fondasi karier dan strategi juga ilmu untuk tetap ada di kesenian,” ia memaparkan.

Pemahaman dan ilmu ini didapat Indro saat bersama Warkop DKI. Dalam pandangannya, konsistensi dalam berkarya adalah bentuk rasa syukur seorang seniman kepada Sang Khalik.

Konsisten dan Syukur

Indro Warkop. (Foto: Instagram @indrowarkop_asli)
Indro Warkop. (Foto: Instagram @indrowarkop_asli)

“Konsisten itu sebuah rasa syukur kita kepada Tuhan, diberi anugerah menjadi seniman. Ada sekolah seniman dan persiapannya, tapi jarang orang terlahir menjadi seniman,” ujar bintang film Bisa Naik Bisa Turun.

Mengutip kosakata dalam bahasa Jawa ada istilah tiban yakni bakat atau gift pemberian Tuhan. Untuk mempertahankan gift ini, menurut Indro Warkop, dibutuhkan banyak effort.

Syukur Berbalut Ikhlas

Indro Warkop. (Foto: Instagram @indrowarkop_asli)
Indro Warkop. (Foto: Instagram @indrowarkop_asli)

“Untuk mempertahankan gift ini dibutuhkan rasa syukur dalam menjalankannya. Kemudian, kita menjadi ikhlas saja berkarier. Insyaallah, ketika seseorang ikhlas, semua bisa terjadi,” pungkasnya.

Indro Warkop senang masih produktif di usia 63 tahun. Dalam film Pintu Surga Terakhir yang dirilis di bioskop pada 11 November 2021, ia beradu akting dengan Roger Danuarta dan Cut Meyriska.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel