Resep Kue Perut Punai khas Bengkulu

·Bacaan 1 menit

Fimela.com, Jakarta Jika pernah jalan-jalan ke Bengkulu dan mencari makanan khas di sana, mungkin kamu pernah menemui kue bernama perut punai. Kue ini berbentuk spiral mirip dengan jajanan perut ayam namun lebih kecil dan bagian luarnya dilapisi gula sehingga memberikan cita rasa lebih manis.

TERKAIT: Resep Kue Jalabria khas Jawa Barat

TERKAIT: Resep Kue Bay Tat khas Bengkulu

TERKAIT: Resep Kue Dongkal Mini

Dinamakan kue perut punai karena bentuknya mirip usus perut burung punai yang melingkar. Unik ya! Ini dia resepnya yang bisa dicoba sendiri di rumah.

Bahan:

  • 300 gr tepung beras

  • 100 gr tepung tapioka

  • 100 gr keju parut

  • 80 ml air panas

  • 75 gr margarin

  • 3 butir telur

  • 1 sdm susu bubuk putih

  • 1/2 sdt vanili bubuk

  • 1/2 sdt garam

Lapisan karamel:

  • 200 gr gula pasir

  • 100 ml air

Cara Membuat:

ilustrasi kue/Afanasieva/Shutterstock
ilustrasi kue/Afanasieva/Shutterstock
  1. Campurkan dua bahan tepung dengan keju, susu bubuk, vanili dan garam. Masukkan margarin, aduk rata dengan tepung hingga bergerindil rata.

  2. Masukkan telur, aduk rata lagi. Tuang air panas, aduk menggunakan spatula sedikit demi sedikit sambil tetap diulen. Jika sudah hangat, uleni menggunakan tangan.

  3. Ambil adonan secukupnya, pelintir hingga memanjang lalu gulung melingkar seperti usus. Lakukan hingga adonan habis, usahakan sama besar.

  4. Panaskan minyak. Goreng hingga matang kecokelatan dan renyah, angkat dan tiriskan.

  5. Siapkan teflon, masukkan gula dan panaskan hingga mencair sendiri. Aduk jika sudah mencair, tuang air, aduk sebentar hingga mengental.

  6. Masukkan perut punai, aduk rata hingga semua terbalut karamel cair. Angkat dan pisah-pisahkan di atas kertas minyak agar tidak menggumpal jadi satu. Biarkan kering.

Kue perut punai khas Bengkulu pun siap dinikmati. Simpan di dalam wadah tertutup agar awet renyahnya.

#ElevateWoman with Fimela

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel