Resep Nasi Tim Sehat untuk Buah Hati Rekomendasi Dokter Gizi

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Dokter ahli gizi komunitas Tan Shot Yen membagikan resep nasi tim sehat untuk buah hati. Menurutnya, ini adalah resep klasik turun temurun di budaya Tionghoa.

Berikut cara pembuatannya:

-Tumis bawang putih cincang sampai harum dengan minyak lemak ayam.

-Masukkan ayam giling dan cincangan jamur.

-Masak dengan api kecil dan aduk rata.

-Siapkan mangkuk stainless atau keramik.

-Masukkan 1-2 sendok makan tumisan di dasar mangkuk.

-Masukkan 1-1,5 centong nasi hingga memenuhi ¾ mangkuk.

-Tekan-tekan nasi dan tuang 3 sendok makan kuah atau kaldu ayam.

-Kukus selama 15-20 menit.

-Boleh tambah 1 telur puyuh, pecahkan di dasar mangkuk sebelum dituang tumisan ayam.

-Setelah dikukus, balikkan mangkuk di piring dan nasi tim-nya jadi.

Cocok untuk Anak 9 Bulan

Resep nasi tim ini dapat dikonsumsi oleh anak yang sudah masuk bulan ke-9, lanjut Tan.

“Dengan catatan anak dilatih stimulasi oromotornya agar tidak muntah atau tersedak. Enggak ada anak yang otomatis pinter ngunyah,” kata Tan dalam unggahan Instagramnya @drtanshotyen dikutip Minggu (24/10/2021).

Tan juga menjelaskan, bayi seperti mau muntah atau malah melepeh makanan acap kali dikaitkan dengan rasa Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI) yang tidak enak. Padahal, penyebab bayi muntah saat makan tidak selamanya karena masalah rasa.

Penyebab bayi muntah saat makan tidak dapat disamakan dengan penyebab muntah pada orang dewasa.

“Kenapa ya, orang dewasa selalu mengaitkan pengalaman bayi dengan pengalaman sendiri? Jika Anda hoek (muntah), barangkali masalah ‘rasa’. Bayi?” kata Tan.

Penyebab Bayi Muntah Saat Makan

Tan pun menyebutkan faktor penyebab bayi muntah saat diberi makan. Mulai dari anak merasa tidak nyaman hingga pengaruh sendok.

Penyebab pertama bayi muntah saat diberi makan adalah bayi sedang merasa tidak nyaman. Kondisi ini dapat terjadi ketika bayi baru selesai diberi ASI sehingga merasa kenyang.

Selain itu, bisa juga karena popoknya penuh, mengantuk, belum buang air besar, dan belum dimandikan.

Penyebab kedua adalah, tempat makan yang tidak sesuai dan membuat ruang geraknya terbatas.

“Waktu nyusu, dia dipeluk. Sekarang? Kok makan di kursi penjara? Rasanya mau berontak. Jadi pangku anak Anda, lebih manusiawi. Tidak usah terpengaruh ajaran Barat anak dijebloskan ke kursi makan hanya supaya dia tertib.”

Penyebab ketiga adalah konsistensi MPASI. Bayi yang biasa meminum ASI yang cair, sedangkan MPASI kental dan lengket. Maka di hari-hari pertama pemberian makan, MPASI-nya dapat agak diencerkan.

Begitu pula pada penyebab keempat yakni tekstur. ASI ketika diminum dapat langsung ditelan, sedangkan MPASI cenderung “berisi” sehingga agak sulit ditelan dan menyebabkan muntah.

“Jadi, ulek kemudian saring. Ampas yang tidak lolos di saringan itu hanya serat. Buang aja, enggak usah mikir nutrisinya hilang. Yang disebut nutrisi sudah lolos turun dari saringan masuk ke mangkuk.”

Sedang, penyebab kelima terkait sendok. Menurut Tan, saat menyusui, puting ibu masuk hingga belakang langit-langit mulut bayi. Lidah menekan dan ASI keluar. Sedang, MPASI pemberiannya pakai sendok.

“Keras, menyodok bibir dan gusi. Jadi enggak salah jika Anda gunakan jari buat memberi makanan pertama kalinya, suap dengan tangan asal perhatikan kebersihan,” pungkasnya.

Infografis 8 Cara Cegah Bayi Baru Lahir Tertular COVID-19

Infografis 8 Cara Cegah Bayi Baru Lahir Tertular Covid-19 (Liputan6.com/Triyasni)
Infografis 8 Cara Cegah Bayi Baru Lahir Tertular Covid-19 (Liputan6.com/Triyasni)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel