Reshuffle Kabinet: Kursi Menteri Perdagangan Paling Sering Diganti Jokowi

Merdeka.com - Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali melakukan reshuffle kabinet. Salah satu yang diganti adalah posisi menteri perdagangan.

Catatan merdeka.com, posisi menteri perdagangan palingan sering diganti oleh Jokowi sejak periode pertama pada 2014 silam. Awal pemerintahan Jokowi, menteri perdagangan Rachmad Gobel. Gobel menjadi mendag mulai 27 Oktober 2014 sampai 12 Agustus 2015. Gobel pun terkena reshuffle. Gobel digantikan oleh Thomas Trikasih Lembong. Dia menjabat tidak lebih dari setahun, yakni mulai 12 Agustus 2015-26 Juli 2016.

Mendag kembali kena reshuffle. Thomas Lembong digantikan politisi senior Partai NasDem Enggartiasto Lukita. Enggar menjabat sampai Jokowi selesai masa tugas di periode pertama yakni 27 Juli 2016-20 Oktober 2019.

Di periode kedua, Jokowi menunjuk Agus Suparmanto menjadi menteri perdagangan. Namun, Agus hanya menjabat dari 23 Oktober 2019 hingga 23 Desember 2020. Jokowi mengganti Agus dengan Muhammad Lutfi. Lutfi mulai menjabat sejak 23 Desember 2020.

Lutfi bukanlah orang baru di Kemendag. Di penghujung era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Lutfi pernah menjadi mendag meskipun hanya sebentar pada 14 Februari 2014 hingga 20 Oktober 2014.

Kini, posisi mendag kembali direshuffle. Lutfi digantikan oleh Ketum PAN Zulkilfi Hasan.

Jokowi sebelumnya kesal di dalam negeri masih banjir produk impor. Saking kesalnya, geram, Jokowi sampai menyebut kabinet di bawahnya bodoh karena membelanjakan uang rakyat yang dikumpulkan dari pajak malah dibelanjakan impor.

"Ini uang rakyat, uang yang dikumpulkan dari pajak baik PPN, PPh Badan, PPh perorangan, PPh karyawan, bea ekspor, dari PNBP dikumpulkan dengan cara yang tidak mudah kemudian belanjanya belanja produk impor. Bodoh sekali kita. Maaf. kita ini pintar-pintar, tapi kalau caranya seperti ini bodoh sekali kita. saya harus ngomong apa adanya," katanya dalam pembukaan Rakornaswasin BPKP.

Dengan tidak membeli produk lokal, kata dia, berarti nilai tambah dari produk tersebut masuk ke negara lain. Padahal secara jelas ia mendorong adanya nilai tambah ke tanah air.

"Ini APBN loh. ini uang APBD loh. belinya produk impor. nilai tambahnya yang dapat negara lain, lapangan kerja yang dapat orang lain apa nggak bodoh orang kita ini?," tanyanya.

Sebelumnya kelangkaan minyak goreng juga menjadi permasalahan serius. Bahkan harga minyak goreng sangat mahal. Dalam perkara minyak goreng, dirjen luar negeri Kemendag menjadi tersangka.

Jokowi juga mengakui hingga saat ini masih ada beberapa daerah yang harga minyak gorengnya masih relatif tinggi. Tetapi dia yakin dalam beberapa minggu kedepan harga minyak goreng curah akan semakin terjangkau. [eko]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel