Residivis di Depok Curi 2 Sepeda Senilai Rp260 Juta, Dijual Cuma Rp18 Juta

Merdeka.com - Merdeka.com - Tiga pencuri menggasak sepeda gunung berharga Rp290 juta di Depok. Mereka kemudian menjual barang curiannya seharga Rp18 juta.

Polres Metro Depok telah menangkap dua di antara tiga pelaku. "Ada tiga pelaku yang tertangkap dua, dan satunya masih DPO," kata Kapolres Metro Depok Kombes Pol Imran Edwin Siregar, Rabu (27/7).

Berdasarkan penyelidikan, kawanan pencuri ini mengincar rumah kosong. Ketika melihat sepeda mahal, langsung mereka gondol.

Dua pelaku yang sudah diamankan adalah KGA alias Kepet (26) dan RRA alias Dodoy (24). Barang bukti yang diamankan berupa 2 unit sepeda merek Santa Cruz seharga ratusan juta.

Pencurian itu terjadi di salah satu rumah warga di kawasan Jalan Kamboja, Pancoran Mas, Depok, Minggu (17/7) pukul 23.16 WIB.

Para pelaku adalah residivis dan pernah dipenjara dalam kasus pencurian. "Jadi pada tahun 2020 yang bersangkutan sudah melakukan masa penahannya di LP, kali ini tertangkap lagi," jelasnya.

Para pelaku memiliki peranan masing-masing. Ada yang mengintai, mengawasi, atau mengambil barang berharga. "Masing-masing pelaku berperan ada yang loncat pagar dan satu lagi yang ngambil dan satunya mengawasi," ujarnya.

Barang Curian Dijual dengan Sistem COD

Saat beraksi, mereka mengintai rumah kosong. Ketika dilihat tidak ada penghuni, mereka langsung lompat pagar dan menggondol sepeda yang ada di teras rumah. Peristiwa pencurian tersebut terekam CCTV.

Dua unit sepeda yang diambil kawanan itu seharga Rp260 juta. "Harga sepeda ini satu unitnya Rp 130 juta, kalau dua berarti Rp 260 juta," jelas Imran.

Sepeda hasil curian dengan sistem COD seharga Rp18 juta. "Mereka sistemnya COD, jual langsung ke pembeli," tambahnya.

Namun, dua pelaku tertangkap setelah menjual sepeda itu. "Satu orang masih kita kejar yaitu A. Untuk kedua pelaku dikenakan pasa 363 KUHP dengan ancaman lima tahun," tutupnya. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel