Resmi, China Mundur dari Thailand Open dan BWF World Tour Finals

Pratama Yudha
·Bacaan 1 menit

VIVA – Kabar mengejutkan datang dari kelanjutan tiga turnamen BWF yang dihelat di Thailand, Januari mendatang. Federasi Bulutangkis China (CBA), memutuskan untuk menarik diri dari seluruh rangkaian turnamen tersebut.

Setelah banyak turnamen yang batal sepanjang 2020 akibat pandemi virus corona COVID-19, BWF mencoba memulai lagi rangkaian turnamennya mulai Januari 2021. Dimulai dari Yonex Thailand Open, Toyota Thailand Open, dan BWF World Tour Finals.

Sejumlah negara peserta awalnya sudah setuju untuk ikut serta. Namun, jelang tahun baru 2021, China membatalkan keikutsertaannya di tiga turnamen tersebut.

China memiliki alasan kuat. Mereka melihat peningkatan virus corona di berbagai belahan dunia. Dari situ, pemerintah setempat juga melarang penerbangan ke luar negeri untuk menjaga penduduknya tetap aman.

"Melalui konferensi secara virtual, Asosiasi Bulutangkis China meminta maaf karena harus mundur dari turnamen karena kekhawatiran atas meningkatnya kasus COVID-19," kata Presiden Asosiasi Badminton Thailand, Khunying Patama Leeswadtrakul, yang juga Wakil Presiden Federasi Bulutangkis Dunia, dikutip The Nation Thailand.

Sejatinya, Yonex Thailand Open (12-17 Januari), Toyota Thailand Open (19-24 Januari), yang keduanya berstatus Super 1000 serta BWF World Tour Finals (27-31 Januari) adalah turnamen yang dijadwalkan di akhir 2020. Namun, karena pandemi, BWF memilih untuk menunda tiga turnamen tersebut hingga Januari 2021.

Tentu, ini jadi kerugian tersendiri bagi Thailand dan BWF. Sebab, mundurnya China mengurangi gengsi dari tiga turnamen tersebut. Para penggemar Badminton tak akan menyaksikan aksi dari Chen Long, Chen Yufei, Chen Qing Chen/Jia Yifan, dan Li Junhui/Liu Yuchen.

Ini jadi kali pertama BWF Tour Finals tanpa satu pun pemain China dalam 13 tahun terakhir atau sejak 2008.

Keputusan China juga memberi keuntungan bagi wakil Indonesia dengan memperbesar peluang jadi juara. Salah satunya seperti Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti yang akan berstatus unggulan kedua di BWF World Tour Finals.