Resmi Kalah dari Joe Biden, Trump Jamin Transisi Kekuasaan Mulus

Dedy Priatmojo
·Bacaan 2 menit

VIVA – Presiden Donald Trump merespon pengesahan hasil pemungutan suara Electoral College dengan mengukuhkan kemenangan calon presiden dari Partai Demokrat, Joe Biden, Kamis pagi waktu setempat.

Pengesahan ini sempat tertunda imbas kericuhan massa pendukung Trump yang merangsek masuk Capitol Hill, Rabu. Mereka untuk menentang pengesahan kemenangan Joe Biden oleh Kongres AS.

Trump yang sebelumnya sempat meminta para pendukung untuk tetap tenang dan kembali ke rumah pasca kerusuhan di Washington DC itu, akhirnya buka suara setelah Kongres mengukuhkan kemenangan rivalnya di Pemilu Presiden AS, Joe Biden.

Pernyataan Presiden Trump diunggah akun Twitter Dan Scavino, wakil kepala staf Gedung Putih, yang isinya tetap pada sikap Trump sebelumnya yang tidak mengakui hasil Pilpres AS, namun Ia memastikan transisi kepemimpinan akan berjalan mulus.

"Meskipun saya sama sekali tidak setuju dengan hasil pemilu, dan fakta menunjukkan kepada saya, namun akan ada transisi yang tertib pada 20 Januari," bunyi pernyataan Trump.

"Saya selalu mengatakan bahwa kami akan melanjutkan perjuangan kami untuk memastikan bahwa hanya suara sah yang dihitung. Meskipun ini merupakan akhir dari masa jabatan pertama terbesar dalam sejarah kepresidenan, ini hanya awal dari perjuangan kami untuk Membuat Amerika Hebat Lagi!," lanjut lagi.

Dalam pidatonya sebelumnya, Presiden Donald Trump menyatakan tidak akan pernah menyerah saat Kongres bersiap untuk menghitung dan mengesahkan kemenangan Presiden terpilih Joe Biden.

Trump bersikeras kepada puluhan ribu orang yang berkumpul pada hari Rabu di Ellipse, dekat Gedung Putih bahwa kemenangannya telah dicuri oleh Partai Demokrat.

"Kami tidak ingin melihat kemenangan pemilu kami dicuri oleh Demokrat kiri radikal, itulah yang mereka lakukan, dan dicuri oleh media berita palsu, itulah yang telah mereka lakukan dan apa yang mereka lakukan," kata Trump, Rabu.

"Kami tidak akan pernah menyerah dan tidak pernah menyerah," tegas Trump. 'Kami akan menghentikan pencurian,"

Pernyataan Trump inilah yang kemudian memicu massa pendukung bergerak melakukan aksi unjuk rasa yang berujung kericuhan di Capitol Hill. Massa demonstran tanpa kendali menerobos barikade dan berhasil masuk ke dalam gedung dan menduduki gedung senat.

Para demonstran tampak menduduki kursi-kursi senat dan berdiri di atas panggung senat dengan mengibarkan bendera AS. Polisi bersama Secret Service berhasil mengevakuasi Wakil Presiden Mike Pence bersama anggota senat.

Senator dari Partai Republik, Mitt Romney mengatakan bahwa retorika Trump untuk membatalkan pemilu telah mempermalukan jabatan kepresidenan.

"Saya yakin bahwa kami akan melanjutkan sesuai tuntutan Konstitusi dan mengatakan yang sebenarnya kepada pendukung kami-apakah mereka ingin mendengarnya atau tidak," kata Romney kepada wartawan Rabu pagi.

"Presiden Trump tidak menghormati pemilih Amerika, tidak menghormati sistem pemilihan dan telah mempermalukan kantor kepresidenan," kata Romney.