Resmi Kerja Sama, Airbus akan Dukung Peningkatan Kualitas SDM PT Dirgantara Indonesia

Merdeka.com - Merdeka.com - PT Dirgantara Indonesia (DI) meneken Memorandum of Understanding (MoU) tentang pengembangan bisnis produksi komponen aerostruktur dengan Airbus. Produsen pesawat asal Prancis tersebut akan mendukung PT Dirgantara Indonesia yang berkaitan dengan perencanaan sumber daya, manajemen dan teknis.

Direktur Utama PT DI, Gita Amperiawan mengatakan, penandatanganan MoU dengan Airbus karena perusahaan tersebut merupakan mitra strategis bagi PT DI.

"Airbus adalah mitra strategis kuat yang dapat berkontribusi terhadap transformasi PT DI untuk menjadi pemain utama dalam industri penerbangan di kawasan ini," ujar Gita di Belitung, Rabu (7/9).

Gita meyakini, dengan menggabungkan kompetensi industri masing-masing MoU ini akan mempertahankan dan memperkuat kerja sama strategis PT DI dan Airbus yang sudah berjalan sejak lama.

Tidak hanya itu, Gita menuturkan, bahwa MoU dengan Airbus juga dinilai mampu menempatkan PT DI sebagai pelaku industri pesawat terbang secara signifikan dengan berpatokan kepada produk-produk yang menjadi Joint Collaboration antara PT DI dan Airbus.

"MoU ini juga bertujuan untuk mendorong peningkatan kapabilitas industri dan pengembangan ekosistem dalam negeri, di mana PTDI sendiri merupakan global supply chain dan integrator terhadap beberapa industri komponen dalam negeri," imbuh Gita.

Berawal dari Pesawat N219

Penandatanganan MoU tak lepas dari capaian produksi PT DI yaitu pesawat N219 yang telah tersertifikasi oleh Kementerian Perhubungan pada 2020.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengaku bangga dan mengapresiasi karya para anak bangsa yang telah melakukan pengembangan sejak pesawat N250 yang dibuat tahun 1995.

"Kami mengapresiasi tersertifikasinya pesawat N219 yang merupakan karya anak bangsa. Saya sampaikan rasa bangga karena telah melakukan kerja sama yang baik," kata Budi Karya di acara Aero Summit 2020 secara virtual, Jakarta, Senin (28/12).

Proyek pengembangan pesawat ini merupakan buah kerjasama antara PT Dirgantara Indonesia dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN). Sesuai dengan UU Nomor 1 tahun 2009, pasal 13 yang menyebutkan pesawat udara, mesin pesawat udara, dan baling-baling pesawat udara yang akan dibuat untuk digunakan secara sah (eligible), harus memiliki rancang bangun yang disertifikasi oleh Ditjen Perhubungan Udara.

Setelah melalui rangkaian uji dalam proses sertifikasi dan final certification board meeting pada 18 Desember 2020, sertifikat tipe untuk pesawat udara N219 resmi diterbitkan. Dia ingin, selesainya proses sertifikasi tipe ini bisa menjadi tonggak bersejarah kebangkitan industri rancang bangun pesawat udara di Indonesia. [idr]