Resmikan 1.014 BLK Komunitas, Wapres Ma'ruf Jabarkan Tantangan SDM RI

·Bacaan 2 menit

VIVA – Penciptaan Sumber Daya Manusia atau SDM kompeten menjadi program prioritas Pemerintah di bawah pimpinan Presiden Joko Widodo. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mewujudkan hal itu adalah memperkuat pelatihan vokasi melalui program Balai Latihan Kerja atau BLK Komunitas.

Hal itu diutarakan oleh Wakil Presiden Ma'ruf Amin, dalam acara Rembuk Nasional Vokasi dan Kewirausahaan serta peresmian BLK Komunitas di Pondok Pesantren Cipasung, Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa 8 Juni 2021.

Wapres mengatakan, saat ini persaingan dunia sudah semakin ketat. Oleh karenanya, kecepatan, ketepatan, dan efisiensi harus dijadikan pondasi penting untuk bersaing, termasuk persaingan di sektor ketenagakerjaan.

"Tantangan nyata yang dihadapi adalah langkah-langkah strategis apa yang harus kita lakukan dalam menyiapkan SDM, yang mampu menghadapi tantangan di masa depan yang diisi oleh teknologi digital seperti big data, artificial intelligent, internet of things," kata Ma'ruf Amin, Selasa 8 Juni 2021.

Baca juga: GoTo Bikin Kecewa Ojol karena Turunkan Insentif, Begini Skemanya

Salah satu upaya penyiapan SDM tersebut, kata Ma’ruf, Kementerian Ketenagakerjaan telah membuat program BLK Komunitas sejak tahun 2017. Tujuannya adalah mendekatkan akses pelatihan vokasi kepada masyarakat, mencetak SDM unggul, dan memberikan bekal keterampilan dan kompetensi kerja.

BLK Komunitas adalah unit pelatihan vokasi pada suatu komunitas di Lembaga Pendidikan Keagamaan Non-Pemerintah, yang meliputi pondok pesantren, seminari, dhammasekha, pasraman, serta komunitas serikat pekerja/serikat buruh (SP/SB) yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

"Alhamdulillah, pada tahun 2020, Kementerian Ketenagakerjaan telah membangun 1.014 BLK Komunitas, sehingga secara keseluruhan pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan telah berhasil mendirikan 2.127 BLK Komunitas yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia," ujar Wapres.

Agar pembangunan BLK Komunitas semakin relevan dengan tujuan pendiriannya, Wapres Ma'ruf mendorong kejuruan pelatihan terus dikembangkan. Dengan menyesuaikan kebutuhan pasar kerja dan dunia industri (link and match).

Selain itu, pelatihan BLK Komunitas juga mendorong minat masyarakat untuk berwirausaha dan membuka lapangan kerja baru. Sehingga, pada akhirnya dapat menekan angka pengangguran dan memulihkan perekonomian nasional.

"Di tengah dinamika perkembangan dunia saat ini, peserta pelatihan di BLK Komunitas harus mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Kecakapan akan hal ini nantinya akan berperan dalam menentukan kemajuan bangsa," ujarnya.

Peresmian BLK Komunitas di Ponpes Cipasung, Tasikmalaya, ini turut diikuti perwakilan lembaga penerima bantuan sebanyak 50 orang secara luring dan 964 orang secara daring melalui video conference.

Kegiatan ini dihadiri Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dan Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso. Serta Bupati Tasikmalaya, Pangdam III Siliwangi, Kapolda Jawa Barat, dan pimpinan Pondok Pesantren Cipasung.