Resmikan Creative Centre, Ridwan Kamil Optimis Lahir Karya-Karya Luar Biasa dari Pemuda Bogor

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Bogor Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil meresmikan Creative Centre Kota Bogor, Selasa (25/5/2021). Gedung yang bertempat di bekas kantor Badan Koordinator Wilayah (Bakorwil) Jabar tersebut diharapkan dapat menjadi ruang bagi pemuda Kota Bogor untuk berkreasi dan beraktivitas.

"Sekarang kita fasilitasi di sebuah tempat tanah milik provinsi di Kota Bogor untuk dijadikan tempat mengekspresikan dan mentransformasi karya menjadi nilai ekonomi," kata Kang Emil, sapaan Ridwan Kamil.

Komunitas-komunitas kreatif di Bogor Raya dapat memanfaatkan Creative Centre dengan kegiatan bertema setiap hari dengan tetap menerapkan protokol kesehatan selama pandemi.

Menurut Kang Emil, jika hal itu terlaksana, ia optimistis akan lahir karya-karya luar biasa dan bernilai ekonomi tinggi dari pemuda Kota Bogor. Ia pun berpesan agar Creative Centre dikelola secara langsung oleh komunitas.

“Saya sebagai gubernur ingin setiap harinya ada kegiatan yang bermanfaat di gedung ini. Tematik kegiatan setiap harinya. Jangan sampai di Kota Bogor ada yang berkegiatan di luar dengan alasan seolah-olah tidak ada tempat. Cerita itu tidak boleh terdengar lagi,” ucapnya.

“Selanjutnya kami akan menyerahkan pengelolaannya secara maksimal kepada komunitas itu sendiri. Jadi negara tidak jadi operator, tapi hanya jadi fasilitator,” imbuhnya.

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil saat meresmikan Creative Centre Kota Bogor, Selasa (25/5/2021). (Foto: Yogi P/Biro Adpim Jabar)
Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil saat meresmikan Creative Centre Kota Bogor, Selasa (25/5/2021). (Foto: Yogi P/Biro Adpim Jabar)

Kang Emil menuturkan, dunia kreativitas selalu beririsan dengan hobi. Maka, ia berharap hobi pemuda-pemuda di Kota Bogor dapat menjadi karya yang punya nilai ekonomi dengan hadirnya Creative Centre.

“Semua kreativitas datangnya dari hobi, mudah-mudahan dengan adanya gedung ini bisa naik kelas. Dari sekadar hobi saja menjadi ekonomi, sehingga profesi yang paling menyenangkan itu adalah hobi yang dibayar,” tuturnya.

“Saya hanya mau dengar ada keramaian kegiatan yang positif produktif mudah-mudahan karyanya bisa mendunia,” tambahnya.

MoU Pengembangan Ekonomi Kreatif

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil saat meresmikan Creative Centre Kota Bogor, Selasa (25/5/2021). (Foto: Yogi P/Biro Adpim Jabar)
Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil saat meresmikan Creative Centre Kota Bogor, Selasa (25/5/2021). (Foto: Yogi P/Biro Adpim Jabar)

Dalam acara tersebut, Kang Emil pun menandatangani Perjanjian Kerja Sama antara Pemda Provinsi Jabar dan sembilan kabupaten/kota di Jabar terkait pengembangan ekonomi kreatif. Kesembilan kabupaten/kota tersebut yakni

  1. Pemkot Bogor

  2. Pemkot Cirebon

  3. Pemkot Bekasi

  4. Pemkot Tasikmalaya

  5. Pemkab Purwakarta

  6. Pemkab Subang

  7. Pemkab Sumedang

  8. Pemkab Cianjur

  9. Pemkab Indramayu

Adapun ruang lingkup kerja sama tersebut di antaranya terkait pengembangan kapasitas pelaku ekonomi kreatif, sinkronisasi program ekonomi kreatif, pertukaran data dan informasi ekonomi kreatif, pemanfaatan Gedung Creative Centre, dan aktivasi Creative Centre.

“Saya titip kepada kepala daerah di kota/kabupaten juga punya badan ekonomi kreatif lokalnya, sebagai dasar hukum lembaga untuk menghimpun ini secara jelas,” kata Kang Emil.

Kang Emil mengatakan, pembentukan badan ekonomi kreatif di kabupaten/kota merupakan salah satu upaya untuk mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas sebagai syarat mewujudkan Indonesia Emas 2045.

“Itu kalau tidak dipersiapkan mayoritas penduduk Indonesia malah jadi beban, bukan jadi mesin negara. Inilah cara generasi kami yang sedang memimpin. Generasi X ini untuk mewadahi lahirnya pondasi gagasan agar kita menjadi bangsa pemenang,” ucapnya.

Pesan Wali Kota Bogor

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto berharap peresmian Gedung Creative Centre dapat merangsang milenial dan generasi Z di Kota Bogor untuk terus berkreasi. Ia berharap komunitas di Kota Bogor untuk memakmurkan Creative Centre.

“Maka dari itu, kita terus fasilitasi. Selanjutnya ini akan kita dorong untuk memicu berbagai macam kreativitas karena pemerintah hanya memfasilitasi saja,” ucap Bima.

“Sekarang fasilitas sudah diberikan, tinggal bagaimana kita harus mengelolanya dengan baik. Pertama, dimulai dari mengisi konten dengan aktivitas yang positif, kedua dijaga dan dirawat bersama,” imbuhnya.

(*)