Resmikan Jembatan Teluk Kendari, Jokowi Yakin Dongkrak Ekonomi Sultra

Raden Jihad Akbar
·Bacaan 2 menit

VIVAPresiden Joko Widodo meresmikan Jembatan Teluk Kendari di Provinsi Sulawesi Tenggara hari ini. Pembangunan konstruksi jembatan itu dituntaskan oleh konsorsium yang dipimpin perusahaan konstruksi pelat merah PT PP Tbk.

Peresmian jembatan yang jadi ikon baru di Kota Kendari itu ditandai secara simbolis dengan prosesi penekanan tombol dan penandatanganan prasasti. Acara peresmian tersebut dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan COVID-19 secara ketat.

Jokowi meyakini kehadiran Jembatan Teluk Kendari ini akan berdampak positif bagi pengembangan Kota Kendari terutama di bagian selatan kota. Terutama untuk meningkatkan konektvitas interaksi antar kawasan.

Baca juga: Airport Tax di 13 Bandara Dihapus, Garuda Turunkan Tarif Tiket Pesawat

"Selanjutnya, dengan adanya jembatan tersebut dapat memangkas waktu tempuh sekitar 30 menit menjadi 3 ampai 5 menit dari Kota Lama menuju Kecamatan Poasia," ujar Jokowi saat peresmian jembatan itu dikutip dari akun Youtube Sekretariat Presiden, Kamis 22 Oktober 2020.

Dengan dibangunnya jembatan yang menghubungkan teluk tersebut diharapkan dapat menjadi ikon (landmark) baru di Provinsi Sulawesi Selatan. Tidak hanya itu, Jembatan Teluk Kendari juga diharapkan dapat menjadi kebanggaan masyarakat Indonesia dan dapat memberikan manfaat bagi bangsa Indonesia khususnya masyarakat di Provinsi Sulawesi Tenggara.

“Saya yakin lamanya waktu pengerjaan dan besarnya dana yang dibutuhkan untuk membangun jembatan ini akan sebanding dengan manfaat yang akan dirasakan oleh masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT PP, Novel Arsyad, mengatakan, selain mendukung konektivitas dan aksesbilitas, kehadiran jembatan tersebut juga mendukung pengembangan Kawasan Industri Kendari New Port. Serta, dapat menunjang percepatan wisata bahari sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi sekitar dan menciptakan lapangan pekerjaan baru.

"Perseroan sangat bangga sekali dapat terus dipercaya oleh Kementerian PUPR untuk membangun Jembatan Teluk Kendari dan menyelesaikan pembangunan tersebut tepat waktu," ungkapnya.

Lebih lanjut dia pun menegaskan, penuntasan jembatan ini merupakan bentuk komitmen PT PP untuk menggenjot pengerjaan proyek-proyek infrastruktur pemerintah. Sehingga pada akhirnya dapat mendongkrak perekonomian nasional.

"Perseroan berharap dapat terus berpartisipasi dan diberikan kepercayaan oleh Pemerintah untuk mengerjakan proyek-proyek infrastruktur di seluruh penjuru Indonesia,” tambah Novel.

PT PP bersama dengan PT Nindya Karya, yang tergabung dalam konsorsium, dipercaya oleh Kementerian PUPR untuk mengerjakan pembangunan Jembatan Teluk Kendari yang memiliki nilai kontrak sebesar Rp800 miliar.

Pembangunan Jembatan Teluk Kendari ini dikerjakan dengan masa pelaksanaan selama 5 tahun secara multiyears yang dimulai sejak 2015 dan memiliki masa pemeliharaan selama 3 tahun.

Jembatan Teluk Kendari memiliki panjang bangunan dengan total 1.348 meter. Di mana jembatan tersebut memiliki 4 lajur serta terdapat median dan trotoar dengan total lebar jembatan 20 (dua puluh) meter.

Jembatan dengan tipe cable stayed ini memiliki lingkup pekerjaan konstruksi, antara lain pembangunan jalan pendekat atau oprit, approach span, side span, dan bentang utama atau main span sepanjang 200 meter. Pembangunan jembatan ini 90 persen menggunakan material lokal, kecuali cable bearing dan expansion joint. (ren)