Resmikan Pembangunan Masjid At Tabayyun, Anies Persilakan Digugat

·Bacaan 2 menit

VIVA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri acara peletakan batu pertama pembangunan Masjid At-Tabayyun di Kompleks Perumahan Taman Villa Meruya, Jakarta Barat, Jumat 27 Agustus 2021.

Sembari menghadiri acara peletakan batu, Anies juga melaksanakan Salat Jumat di tenda halaman masjid yang akan dibangun tersebut.

Usai melaksanakan Salat Jumat, Anies meresmikan pembangunan masjid dengan menandatangani batu prasasti ke bangunan masjid dengan spidol emas.

Di sisi lain, peresmian atau peletakan batu pertama pembangunan Masjid At-Tabayun di Kompleks Perumahan Taman Villa Meruya ini menuai penolakan sejumlah warga. Spanduk-spanduk bertuliskan penolakan itu terpasang di sekitar lokasi pembangunan masjid.

"Kami tidak setuju alih fungsi lahan hijau untuk pembangunan apa pun," tulis salah satu spanduk

"Kami butuh ruang terbuka hijau untuk kepentingan bersama dan tidak setuju pembangunan bangunan baru apa pun" tulis spanduk yang lain.

Warga sebelumnya juga menggelar aksi damai menolak pembangunan masjid di ruang terbuka hijau komplek Taman Vill Meruya. Aksi tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi sebagian warga yang tidak setuju adanya pembangunan di lahan terbuka hijau.

Protes pembangunan masjid di lahan RTH ini karena di lahan tersebut sering digunakan untuk kegiatan warga sekitar dan keperluan lainnya.

Sekertaris RW sekitar lokasi, Ridwan mengatakan peresmian peletakan batu pertama pembangunan Masjid At-Tabayun oleh Anies Baswedan ini memang terlambat meminta persetujuan warga.

"Untuk pembangunan masjid ini memang ada sosialisasi pemberitahuan dari pihak panitia namun ternyata setelah izinnya diperoleh. Memang terlambat ya minta persetujuan dari warga," ujar Ridwan.

Sementara Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan merespon penolakan warga sekitar atas pembangunan masjid di lahan terbuka hijau komplek tersebut. Anies mempersilakan warga yang tidak setuju terhadap kebijakan Pemprov DKI untuk menempuh jalur hukum.

"Apabila keputusan yang dibuat oleh pemerintah tidak disetujui, maka warga memiliki hak untuk menyampaikan gugatannya melalui PTUN. Jadi ini adalah proses bernegara, nanti pengadilan yang memutuskan," ujar Anies

Anies menegaskan pembangunan masjid ini tidak otomatis jalan, tapi harus melalui prosedur yang telah ditetapkan. Karena aturan telah dipenuhi, maka peletakan batu pertama pun bisa dilakukan. Ia berharap dengan pembangunan masjid ditempat ini dapat melahirkan ketenangan dan kesejukan antara umat beragama.

"Kami Pemprov DKI Jakarta berharap agar pembangunan ini bisa menjaga ketenangan, keteduhan dan juga nantinya setelah menjadi masjid beroperasi masjid yang sesuai namanya, memberikan kejelasan, memberikan kepada kita kelengkapan atas informasi baik tentang umat Islam di sini maupun tentang Islam," ujarnya.

Diketahui, warga muslim yang tinggal di Taman Villa Meruya sudah 30 tahun lebih menginginkan ada masjid di wilayah mereka. Pembangunan Masjid At Tabayyun dibiayai dari hasil swadaya warga muslim di komplek itu.

Pembangunan Masjid At Tabayyun menelan biaya sekitar Rp10 miliar, dan estimasi waktu pembangunan sekitar 8 bulan. "Insya Allah, masjid sudah dapat digunakan warga pas bulan Ramadhan 1443 tahun depan," imbuhnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel