Resmikan Penggabungan Pelindo, Jokowi Minta Pelabuhan Indonesia Masuk Supply Chain Global

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan penggabungan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang telah diwacanakan sejak lama. Jokowi berharap penggabungan ini bisa menjadi celah untuk Pelindo bisa mencari partner bisnis untuk bisa ikut supply chain global.

“Saya minta agar ini dipartnerkan cari partner yang punya networking jaringan luas sehingga nanti terkoneksi dengan negara lain dengan baik,” katanya dalam peresmian penggabungan Pelindo dan Pelabuhan Wae Kelambu Labuan Bajo, Kamis (14/10/2021).

Dengan demikian, Jokowi berharap bisa membawa produk buatan dalam negeri bisa disalurkan ke negara-negara lain.

“Artinya produk kita, barang kita bisa jelajah kemana-mana masuk supply chain global, goal-nya ke sana,” katanya.

Dengan penggabungan perusahaan Pelindo I-IV ini, Jokowi berharap ini juga bisa juga dilakukan oleh perusahaan-perusahaan lainnya.

“Inilah yang kita harapkan nanti perusahaan-perusahaan lain juga seperti itu, jangan sampe kecil-kecil bertebaran sehingga kekuatannya jadi minim, (misal) keuangan modal, kalau bergabung sepeti ini kekuatannya jadi gede,” katanya.

Selesainya proses penggabungan ini, ia turut mengapresiasi jajaran Kementerian BUMN, Kementerian Perhubungan dan Kementerian PUPR serta pihak terkait lainnya.

“Sehingga tadi saya sangat presiasi apa yang dilakukan Menteri BUMN dan jajarannya. Ini (Pelindo) akan jadi kekuatan besar bahwa akan masuk ke 8 besar di dunia,” katanya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Biaya Logistik Tertinggal

Trafik bongkar muat petikemas di Kuala Tanjung Multipurpose Terminal (KTMT) (dok: Pelindo I)
Trafik bongkar muat petikemas di Kuala Tanjung Multipurpose Terminal (KTMT) (dok: Pelindo I)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meresmikan penggabungan empat perusahaan Pelindo I-IV menjadi PT Pelabuhan Indonesia (Persero). Ia menyebut biaya logistik Indonesia masih tertinggal dari negara lain.

Presiden Jokowi mengatakan, adanya penggabungan perusahaan kepelabuhan ini mampu menekan biaya logistik di Indonesia sehingga bisa mengejar biaya logistik negara lain.

“Kita tahu biaya logistik negara kita dibanding negara-negara tetangga, kita masih jauh tertinggal kita ini, mereka logistiknya hanya 12 persen kurang lebih, kita masih 23 persen, artinya tak ada yang efisien,” katanya saat meresmikan Penggabungan Pelindo dan Pelabuhan Multipurpose Wae Kelambu Labuan Bajo, Kamis (14/10/2021).

Ini, kata Jokowi adalah bagian dari pembangunan infrastruktur untuk menekan angka biaya logistik yang saat ini masih tinggi. Maka, pembangunan infrastruktur baik pelabuhan, jalan tol dan lainnya adalah upaya pemerintah dalam menekan biaya logistik.

“Artinya barang-barang kita kalau kita adu kompetisi dengan produk-produk negara lain (bisa bersaing),” katanya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel