Respons Coca-Cola atas Ulah Ronaldo yang Bikin Sahamnya Anjlok

·Bacaan 1 menit

VIVA – Pihak Coca-Cola bersuara usai ulah Cristiano Ronaldo menyingkirkan dua botol mereka di meja konfrensi pers jelang laga Timnas Portugal melawan Hungaria. Diketahui produk minuman tersebut merupakan salah satu sponsor perhelatan Euro 2020.

Atas kelakuan Ronaldo tersebut, Coca-Cola bersikap cuek. Mereka pun lewat juru bicaranya menegaskan bahwa setiap orang berhak memilih minuman yang diinginkan.

"Setiap orang punya hak memilih minuman, karena mereka memiliki rasa dan kebutuhan sendiri," tulis pihak Coca Cola dikutip The Sun.

Untuk perhelatan Euro, Coca-Cola juga menjelaskan bahwa mereka memberikan opsi kepada pemain untuk memilih minuman yang dimau.

"Para pemain juga ditawarkan air, bersama Coca-Cola dan Coca-Cola Zero Sugar saat datang di konfrensi pers," jelas mereka.

Diketahui sebelumnya saat konfrensi pers jelang pertandingan. Ronaldo menyingkirkan dua botol Coca-Cola di hadapannya.

Tak hanya itu, Ronaldo juga mengatakan untuk meminum air saja. "Minum air, jangan coke," cetus bintang Juventus tersebut.

Ulah Ronaldo itu ternyata berdampak siginifikan kepada Cola-Cola. Nilai saham mereka merosot tajam setelah konfrensi pers yang dilakukan Timnas Portugal itu.

Ketika pasar saham Eropa dibuka pada pukul 3.00 sore, saham Cola-Cola berada di angka 56.10 dolar per lembar. Namun hanya 30 menit berselang langsung merosot ke angka 55,22 dolar per lembar.

Diklaim saham Cola-cola tersebut anjlok 1,6 persen. Dan diperkirakan perusahaan tersebut mengalami kerugian mencapai 4 miliar dolar, atau satara Rp57,04 triliun.

Ronaldo selama ini memang dikenal anti dengan minuman bersoda untuk menunjang gaya hidup sehatnya. Bahkan dia pernah mengaku akan marah besar kepada putranya, Cristiano Junior, bila ketahuan mengkonsumsi minuma sejenis itu.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel