Respons Menpora Usai Kantor Persib Dirusak dan Kerumunan Jakmania

Robbi Yanto
·Bacaan 3 menit

VIVA – Kabar tak sedap datang di akhir penyelenggaran Piala Menpora 2021. Para oknum suporter dari tim Persija Jakarta dan Persib Bandung menodai akhir turnamen pramusim Liga 1 itu dengan anarkis dan berlebihan.

Di Bandung, Kantor Persib di kawasan Sulanjana, diserang massa yang diduga kuat Bobotoh. Aksi tidak terpuji tersebut terjadi sekitar pukul 23.00 WIB, Minggu 25 April 2021.

Penyerangan ini diduga kuat imbas dari kegagalan Maung Bandung merengkuh gelar juara Piala Menpora.

Aksi anarkis ini diawali dari kedatangan massa yang menggunakan sepeda motor dari dua arah, Jalan Tamansari (Balubur) dan Jalan Dago.

Kemudian mereka melempar pecahan paving block dan flare. Pelemparan juga dilakukan mengarah ke pintu masuk Graha Persib. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Bukan cuma itu, aksi tak terpujui oknum suporter ini dirasakan langsung oleh kiper Persib Muhammad Aqil Savik.

Lewat unggahan Instastory, Aqil membagikan gambar sebuah foto mobil sedan hatchback berplat "B" (Jakarta) milik keluarganya.

Dalam unggahan tersebut, mobil itu tampak mengalami kerusakan. Seluruh body nyaris dipenuhi coretan.

Tindak-tanduk oknum tak bertanggung jawab ini pun membuat kesal Aqil. Dia menyadari hasil di final membuat suporter kecewa, namun aksi anarkis sangat tidak dibenarkan.

Jika di bandung suasananya mencekam, di Jakarta suporter larut dalam pesta. Para suporter Persija melakukan konvoi di sekitar Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Senin dini hari WIB, 26 April 2021.

Aksi ini pun langsung dibubarkan. Dan Polda Metro Jaya berhasil mengamankan sejumlah suporter. Peristiwa pembubaran itu turut diunggah akun Instagram TMC Polda Metro Jaya.

Menanggapi hal ini, Menpora Zainudin Amali mengatakan, peristiwa tersebut sangat memprihatinkan. Pasalnya, selama 35 berlangsung (sejak laga pembuka hingga final), pertandingan Piala Menpora berjalan dengan lancar dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

"Saya mendapatkan kabar ada euforia yang berlebihan dari para pendukung. Untuk ini semua, sebenarnya kami sudah berkali-kali bahkan saya sudah menbuat video imbauan siapapun pemenangnya Piala Menpora disikapi dengan sukur saja tanpa harus ada eurofia ay ang berlebihan," kata Amali.

"Ternyata yang terjadi adalah apa yang tidak kita harapkan. Nah untuk kejadian ini tentu ada bagiannya kepolisian untuk melakukan penelitian dan penelaaahan apa yang terjadi di luar sana setelah turnamen pramusim piala menpora ditutup," sambungnya.

Amali menambahkan, segala daya dan upaya telah dikerahkan. Melakukan koordinasi dengan pentolan suporter kedua tim, hingga pemilik klub. Secara keseluruhan, dia menilai Piala Menpora berjalan dengan lancar dan aman.

Pasalnya, kejadian tidak menyenangkan itu ada setelah turnamen ditutup dan kejadiannya bukan ada di lokasi final, atau Stadion Manahan, Solo.

"Tentu kami tidak bisamenjangkau ke area itu, karena yang kami lakukan selama Piala Menpora agar tetap aman lancar dan sesuai rencana Sekali lagi kita prihatin," ucapnya.

“Kita harus pisahkan perjalanan dari Piala Menpora samapi dengan penutupan itu sukses. Rrtinya kita bisa menjaga sepanjang di area itu, insiden ini kan setelah ditutup dan semua orang kembali, dan itu terjadinya di luar tempat final itu," jelasnya.

Piala Menpora 2021 berakhir dengan Persija Jakarta sebagai juaranya. Tim Macan Kemayoran mengalahkan Persib 2-1 di final leg kedua, Minggu 25 April 2021.

Kemenangan itu membuat Persija menang agregat 4-1. Pada leg pertama, tim besutan pelatih Sudirman tersebut mengandaskan Persib dua gol tanpa balas.