Respons Menpora Zainudin Amali Terkait Penundaan SEA Games 2021

·Bacaan 1 menit

VIVA – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia, Zainudin Amali, memberikan respons terkait penundaan SEA Games 2021 Vietnam. Amali telah memaklumi keputusan penundaan tersebut.

Sebelumnya, Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) atau Presiden NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, telah mengumumkan bahwa Vietnam dipastikan menunda pelaksanaan pesta olahraga terakbar se-Asia Tenggara tersebut hingga 2022 akibat peningkatan kasus COVID-19. Keputusan disampaikan dalam rapat dengan SEA Games Federation (SEAGF), Kamis 8 Juli 2021.

Esoknya, NOC Indonesia memberikan surat resmi kepada Kemenpora soal penundaan tersebut. Menpora Amali pun akhirnya memberikan responnya pada Senin 12 Juli 2021.

"Setelah kami mendengarkan pemaparan dari NOC Indonesia akhirnya kami menyimpulkan bahwa kami bisa memaklumi alasan yang disampaikan oleh tuan rumah Vietnam tentang permohonan penundaan SEA Games. Pemerintah menyampaikan pada NOC Indonesia bahwa kami bisa menerima usulan penundaan itu. Tentu alasan yang disampaikan sama dengan alasan yang sudah mengemuka yakni tentang wabah pandemi COVID-19 yang makin tinggi," kata pria asal Gorontalo dalam jumpa pers virtual di Jakarta.

"Dengan alasan itu, kami bisa memahami dan meminta pada NOC Indonesia supaya begitu ada informasi tentang kepastian tanggal penundaan itu kapan agar segera diinformasikan pada kami," lanjutnya.

SEA Games 2021 sejatinya dijadwalkan berlangsung pada 21 November - 2 Desember 2021 di Vietnam. Namun, pandemi COVID-19 yang kembali meningkat membuat panitia memilih untuk menunda SEA Games 2021 ke tahun berikutnya.

Disinyalir, SEA Games akan dihelat di rentang waktu yang sama di tahun 2022. Sebab, jika dipindah ke awal tahun, bakal sulit bagi negara-negara peserta untuk menyesuaikan anggaran.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel