Respons Menteri Sri Mulyani Soal AS, Inggris dan Kanada Walk Out dari FMCBG G20

·Bacaan 1 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menanggapi santai sikap negara adidaya seperti Inggris, Amerika Serikat (AS) dan Kanada yang melakukan walk out dari forum pertemuan tingkat Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral (FMCBG) G20. Pertemuan itu berlangsung di Washington DC, Amerika Serikat, Rabu (20/4) waktu setempat.

Menteri Sri Mulyani mengaku tak terkejut atas aksi negara-negara tersebut. Sebab, mereka telah mengultimatum bakal hengkang dari forum jika Rusia ikut terlibat dalam pertemuan.

"Kami sudah tahu negara G7+ akan melakukan itu saat Rusia berbicara. Jadi itu bukan kejutan bagi kami," kata Menteri Sri Mulyani dalam sesi teleconference, Kamis (21/4).

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menilai, aksi walk out Inggris dan Amerika Serikat tidak mengganggu kekhidmatan forum G20.

Perang Hambat Pemulihan Ekonomi

pemulihan ekonomi
pemulihan ekonomi.png

Adapun pertemuan G20 ini memang sengaja membahas soal perang antara Rusia dan Ukraina secara lebih insentif. Sebab, banyak negara anggota G20 mendesak Rusia menghentikan serangannya ke Ukraina.

"Para negara anggota mengungkapkan keprihatinan mendalam tentang krisis kemanusiaan, dampak ekonomi dari perang, dan menyerukan agar perang bisa berakhir sesegera mungkin," pinta Menteri Sri Mulyani.

Menurut dia, perang kedua negara tetangga tersebut bakal semakin menghambat proses pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19. Selain itu juga mengancam ketahanan pangan global dan mengakibatkan krisis energi.

"Negara-negara berpenghasilan rendah akan sangat terpengaruh (perang Rusia-Ukraina), karena mereka sudah menghadapi banyak tantangan seperti ruang fiskal yang terbatas dan kerentanan utang yang tinggi," tutur Menteri Sri Mulyani.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com [bim]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel