Respons Pelatih Persebaya Aji Santoso Terkait Kompetisi Batal Digelar hingga Akhir Tahun

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Surabaya - Pelatih Persebaya Aji Santoso menanggapi kabar tentang kompetisi Liga 1, Liga 2 dan Liga 3 2020 dipastikan tidak digelar pada 2020 karena tidak mendapat izin dari pihak kepolisian.

"Ini keputusan bagus, artinya sudah ada keputusan tidak ngambang seperti selama ini," ujar Pelatih Persebaya Aji Santoso, Jumat (30/10/2020).

Dia menuturkan, dengan ada keputusan menunda liga hingga tahun depan akan memudahkan tim pelatih dan manajemen tim membuat skema persiapan.

Tidak seperti sebelumnya, Persebaya dan tim lainnya berlatih tanpa adanya kejelasan kapan liga lanjut hingga ujung-ujungnya kembali meliburkan seluruh pemain dari aktivitas latihan.

"Sekarang sudah jelas, artinya langkah pengurus untuk menyusun planing kedepan lebih mudah kalau sudah ada keputusan pasti," sambung pelatih berlisensi AFC Pro ini.

Persebaya sedang meliburkan aktivitas latihan tim sejak 24 Oktober 2020. Para pemain diberikan keleluasaan untuk pulang ke kampung halamannya masing-masing.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Persebaya Surabaya Tak Setuju Shopee Liga 1 2020 Berlanjut

Logo Persebaya Surabaya. (Bola.com/Dody Iryawan)
Logo Persebaya Surabaya. (Bola.com/Dody Iryawan)

Sebelumnya, Persebaya Surabaya menolak kembali bergulirnya Shopee Liga 1 2020. Bajul Ijo menilai pandemi Covid-19 membuat penyelenggaraan kompetisi sangat berisiko.

“Situasi pandemi sekarang, Persebaya mau tidak mau harus menyatakan sikap tak setuju untuk dilanjutkan,” ujar Presiden Persebaya Azrul Ananda dilansir situs resmi klub.

Menurut dia, keputusan untuk melanjutkan kompetisi di tengah situasi yang serba tidak pasti justru akan menambah risiko dan beban bagi klub.

Menurut Azrul, Persebaya tetap menghormati keputusan PSSI yang berencana memulai kembali Shopee Liga 1 2020 pada Oktober mendatang.

Namun, PSSI hingga kini belum memberikan panduan teknis yang jelas kepada klub apabila kompetisi dilanjutkan. Sedangkan Shopee Liga 1 2020 sudah terhenti tiga bulan lebih.

“Padahal ini sangat diperlukan untuk memberi kepastian kepada semua stakeholder sepak bola,” ucapnya.

Di saat bersamaan, energi pemerintah dan seluruh elemen bangsa tertuju pada usaha meredam pandemi Covid-19 belum yang menunjukkan tanda-tanda berakhir.

Sementara Surabaya merupakan wilayah dengan jumlah pertambahan pasien dan kematian tertinggi di Indonesia. Kawasan Surabaya Raya (Surabaya, Sidoarjo, Gresik) menyumbang jumlah terbanyak di Jatim.

“Dalam situasi ini, sangat berisiko ada aktivitas sepak bola di semua tingkatan. Pertimbangan-pertimbangan teknis terkait ketidaksetujuan ini juga sudah pernah kami sampaikan,” kata Azrul.

Kompetisi sepak bola nasional dihentikan sementara akibat pandemi Covid-19 setelah PSSI mengeluarkan surat keputusan SKEP/48/III/2020 pada 27 Maret 2020.

Kemudian, PSSI resmi memutuskan kompetisi musim 2020 bergulir kembali mulai Oktober melalui penerbitan Surat Keputusan bernomor SKEP/53/VI/2020 tentang Kelanjutan Kompetisi dalam Keadaan Luar Biasa tahun 2020.

Surat tersebut ditandatangani oleh Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan pada Sabtu, 27 Juni 2020 dan disebarkan ke Komite Eksekutif (Exco) PSSI, PT Liga Indonesia Baru, Asosiasi Provinsi PSSI se-Indonesia, Asosiasi Pelatih Sepak Bola Seluruh Indonesia (APSSI) dan Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI).

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini