Respons Polri soal Surat Ferdy Sambo Bantah Brigjen Hendra Kurniawan Rusak CCTV

Merdeka.com - Merdeka.com - Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan, setiap orang mempunyai hak untuk mengingkari sangkaan yang dituduhkan kepadanya. Hal ini menyikapi surat Irjen Ferdy Sambo yang menyebut Brigjen Hendra Kurniawan tak terlibat dalam perusakan kamera Closed Circuit Television (CCTV) saat penembakan Brigadir J.

"Orang terdakwa, tersangka sekalipun sesuai Pasal 66, dia punya hak untuk mengingkar, monggo silakan," kata Dedi kepada wartawan, Jumat (2/9).

Polisi mengatakan semua fakta terkait pembunuhan Brigadir J akan terbukti di dalam sebuah persidangan.

"Tapi fakta persidanganlah yang dinilai oleh hakim, hakim yang menilai semuanya berdasarkan fakta persidangan, keterangan para saksi dan alat bukti lainnya," ujarnya.

"Baru nanti hakim memutuskan secara kolektif kolegial apa keputusannya itu dulu," tutupnya.

Dirtipidsiber Bareskrim Polri Brigjen Asep Edi Suheri menambahkan, pihaknya telah menyita sejumlah barang bukti terhadap dugaan tindak pidana yang dilakukan enam polisi tersebut. Mereka diduga berupaya menghalangi penyidikan lewat pengaburan keberadaan CCTV di sekitar TKP.

"Untuk Pasal yang disangkakan yaitu Pasal 32 dan 33 UU ITE dan juga Pasal 221, 223 KUHP dan juga 55 56 KUHP," kata Asep.

Berikut daftar anggota yang diduga halangi penyidikan:

1. Mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo
2. AKP Irfan Widyanto Kasubnit I Subdit III Dittipidum
3. Mantan Karopaminal Divisi Propam Polri Brigjen Hendra Kurniawan
4. Mantan Kaden A Biropaminal Divisi Propam Polri Kombes Agus Nurpatria
5. Mantan Wakaden B Biropaminal Divisi Propam Polri AKBP Arif Rahman Arifin
6. Mantan Ps. Kasubbag Riksa Baggak Etika Rowabprof Divpropam Polri Kompol Baiquni Wibowo
7. Mantan PS Kasubbagaudit Baggak Etika Rowabprof Divisi Propam Polri Kompol Chuk Putranto. [ray]