Respons Positif Bos PSS Terkait Kelanjutan Liga 1 2020 yang Terpusat di Jawa

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Sleman - Liga 1 2020 yang sempat terhenti akan dilanjutkan kembali pada 1 Oktober mendatang. PSSI melanjutkan roda kompetisi yang sebelumnya ditangguhkan akibat pandemi COVID-19 dan disambut baik oleh Direktur Utama PSS Sleman, Marco Paulo Garcia.

Liga 1 musim ini baru berjalan tiga pekan. Setelah lebih dari empat bulan terakhir terhenti, kini klub peserta menyambut kembali kompetisi kasta tertinggi sepak bola ini. Terutama karena adanya aturan pelaksanaan kompetisi yang akan dipusatkan di Jawa.

Bagi PSS Sleman, kebijakan yang diambil oleh PSSI berkaitan dengan lokasi pertandingan, adalah hal positif. Tim berjulukan Elang Jawa ini tidak perlu jauh-jauh melakoni pertandingan ke kadang lawan.

Seperti diketahui, tiga stadion di DIY ditunjuk untuk menjadi venue bagi tim-tim dari luar Jawa yang mengikuti lanjutan Liga 1. Stadion Maguwoharjo yang menjadi markas PSS, juga akan dipilih beberapa klub lain. Barito Putera dan Persiraja Banda Aceh sudah memutuskan berkandang di Sleman.

Sementara timlain juga akan berkandang di Stadion Sultan Agung Bantul dan Stadion Mandala Krida Yogyakarta, yang jaraknya sangat dekat dari Sleman. Otomatis skuat PSS tidak perlu memakan waktu yang lama untuk perjalanan.

"Tentu ada sisi positifnya bagi PSS. Setidaknya kami tidak perlu melakoni perjalanan jauh dengan waktu yang lama. Tim jadi punya waktu pemulihan kondisi yang lebih ideal," terang Dirut PSS Sleman, Marco Paulo Garcia, Jumat (24/7/2020).

Perlu Perhatian Serius

Stadion Maguwoharjo, markas PSS di Shopee Liga 1 2020. (Vincentinus Atmaja/Bola.com)
Stadion Maguwoharjo, markas PSS di Shopee Liga 1 2020. (Vincentinus Atmaja/Bola.com)

Namun, Marco berpendapat ada hal lain yang masih perlu diperhatikan dengan serius, yakni membuat kelanjutan kompetisi berjalan aman dan lancar mengingat pandemi virus Corona yang masih belum mereda, terutama di wilayah Jawa.

Pihaknya berharap, baik PSSI dan operator kompetisi mematangkan berbagai rencana. Baik protokol kesehatan yang ketat agar menangkal paparan pandemi, hingga jadwal pertandingan yang ideal.

"Federasi dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) perlu merancang berbagai protokol kesehatan dengan matang dan ketat. Jika ada satu saja yang terkena (positif Corona), bisa mengganggu semua karena perlu menjalani karantina dua pekan," jelas Dirut PSS Sleman itu.

Video