Respons RNI Soal Rencana Erick Thohir Beli Peternakan Sapi di Belgia

Dusep Malik, Mohammad Yudha Prasetya
·Bacaan 2 menit

VIVA – PT Rajawali Nusantara Indonesia atau RNI menyambut baik rencana Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, untuk membeli peternakan sapi di Belgia sebagai upaya transformasi pangan.

Direktur Utama RNI, Arief Prasetyo Adi mengatakan, sebagai calon induk holding pangan, pihaknya tengah melakukan rencana transformasi pangan dari beberapa komoditas, salah satunya daging untuk peningkatan ketahanan pangan serta inklusifitas nilai tukar peternak.

"Bagi kami, rencana Menteri Erick membeli peternakan sapi Belgia merupakan terobosan transformasi pangan komoditas sapi," kata Arief dalam keterangan tertulisnya, Rabu 28 April 2021.

Arief mengaku bahwa Menteri BUMN telah berbicara kepada pihaknya, terkait rencana pembelian peternakan sapi Belgia ini. "Dan meminta agar dapat segera dikoordinasikan dari mulai negara yang berpotensi, market, serta kajian model bisnis yang akan dijalankan," ujarnya.

Arief menilai, keinginan Menteri Erick Thohir itu sebagai terobosan untuk mendorong transformasi BUMN pangan, serta menekan impor di tengah keterbatasan produksi daging sapi dalam negeri.

Dengan menguasai sendiri komoditas daging, Arief menilai pemerintah akan lebih mudah menjaga stabilitas harga terutama setiap menjelang hari raya seperti Lebaran.

RNI sendiri diakui Arief telah melakukan survei ke lokasi kandang sapi standard impor milik mereka, yang berlokasi di Majalengka, Jawa Barat. Kandang Sapi tersebut dipersiapkan untuk penggemukan sapi, guna mendukung peningkatan pasokan daging nasional.

"Kami persiapkan lahan dan fasilitas kandang untuk penggemukan sapi yang akan dijalankan melalui sinergi dengan BUMN Peternakan PT Berdikari, di mana produk hilirnya berupa daging sapi yang akan didistribusikan oleh PT PPI dan BGR Logistic ke pasar-pasar tradisional," kata Arief.

Dia menambahkan, upaya transformasi pangan daging ini juga mempertimbangkan kajian mengenai kualitas dan nilai keekonomian produk. Dari negara mana pun asal sapinya, baik itu dari Belgia, Australia, Brazil, atau negara lainnya, yang paling penting adalah kualitas sapinya sehat, halal, bebas penyakit, kuku dan mulut serta harganya bagus.

"Untuk Pengusaha, sangat sederhana. Bila kualitas barang baik, harga baik, ada profit baik, pasti pengusaha akan jalankan," ujarnya.