Respons Wali Kota Medan atas Video Viral Pengancaman Dirinya

·Bacaan 1 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Seorang pengemudi bernama Rizkan Putra mendadak viral di media sosial lantaran ancamannya akan mematahkan leher Wali Kota Medan, Bobby Nasution. Ancaman itu terekam dalam sebuah video yang direkam oleh petugas e-parking. Saat itu Rizkan menolak pembayaran parkir menggunakan e-parking. Terkait video ancaman itu, Bobby pun merespons.

"Ya itu di lapangan biasa. Cuma yang paling saya tekankan bukan masalah patahkan leher. Tapi ini petugas parkir kami yang menjadi korban. Walaupun enggak jadi dipatahkan lehernya tapi tangannya kemarin ditarik, dijepit di jendela mobil dan mobilnya di jalanin," ungkap Bobby di Mapolrestabes Medan, Senin (25/4).

Saat ini pria yang mengancam akan mematahkan leher Bobby itu telah ditangkap aparat kepolisian. Bobby menjelaskan pengemudi itu ditangkap bukan karena ancaman yang dilontarkan pria tersebut melainkan penganiayaan terhadap petugas e-parking.

"Karena sudah kejadian, sudah ada korban terluka. Kalau masalah mematahkan leher belum kejadian. Sudah diamankan tapi bukan karena mematahkan leher ya, tapi lantaran tangan (petugas parkir) dijepit oleh pelaku," jelasnya.

Sebelumnya, seorang pengemudi arogan itu sempat bersitegang dengan petugas e-parking di Jalan Rahmadsyah, Kota Medan, Sabtu (23/4) sekitar pukul 15.25 WIB. Penganiayaan dan pengancaman yang dilakukan Rizkan terhadap petugas e-parking terjadi saat pembayaran biaya parkir.

Namun, pria arogan itu menolak membayar biaya parkir menggunakan kartu e-tol lantaran ingin membayar secara tunai. Padahal di kawasan itu sudah mewajibkan menggunakan e-parking. Lalu, pria itu langsung mengancam petugas e-parking.

"Kau panggil bosmu ke sini. Ya Pak Bobby kau panggil ke sini biar aku patahkan batang lehernya sekalian. Mau kau? Atau aku patahkan saja batang lehermu?," kata pria arogan itu.

Kemudian, salah seorang rekan pria yang mengancam itu langsung tancap gas mobil sehingga tangan petugas e-parking terluka. Selanjutnya, video pengancaman itu viral dan pelaku ditangkap di Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh. [ded]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel