Respons Warganet Saat TV Analog Dimatikan

Merdeka.com - Merdeka.com - Sehubungan dengan hitung mundur penghentian siaran TV analog atau Analog Switch Off (ASO) pada Rabu malam, topik tersebut menjadi trending hingga Kamis sore, kemarin (3/11).

Di platform tersebut, postingan tentang peralihan dari TV analog ke TV digital ramai jadi sorotan warganet. Belum lagi, banyak yang memposting video penghitungan mundur penghentian siaran TV analog dengan tampilan TV yang berubah menjadi layar semut.

Salah satunya ialah postingan video milik akun @Heryndi di kolom komentar sebuah bot menfess yang mendapat 2,3 ribu likes. "Detik-detik terakhir pake TV analog sebelum nonton semut," tulisnya dalam komentar tersebut pada Rabu (3/11).

Selain itu, terdapat sejumlah warganet yang mengungkapkan perasaannya, ada yang merasa terharu bahkan merinding melihat detik-detik TV analog dimatikan.

"Kok gue merinding ya lihat detik-detik TV analog hilang," kata akun @rizkiku74423256.
"Ya Allah, kok terharu ya, rasanya kayak pergantian tahun dari 1999 ke 2000. Waktu itu benar-benar kayak masuk dunia baru, suasana tahun barunya pun beda banget sm tahun-tahun sebelumnya hehe," ujar akun @RGB240128128.

Sementara itu, tak sedikit pula yang mengkhawatirkan kemampuan penduduk desa dan rakyat kecil dalam beralih ke TV digital.

"Gue mah kepikiran orang desa yang cuma punya TV analog, bayangin hiburannya cuma TV itu. Boro-boro mau beli STB-STB, tau aja nggak. Semoga itu cuma keresahan gue doang, di kenyataaannya gak ada," tulis @nwrhdytlh yang disukai oleh 3,9 ribu akun lainnya.

Postingan tersebut pun dibalas oleh akun lain yang mengatakan bahwa masyarakat di desanya sudah lebih dulu membeli perangkat Set Top Box (STB) sejak lama.

"Setahuku untuk keluarga yang dapet PKH dibagi STB gratis kak di kampung sini. Terus orang-orang yang lebih pelosok dari rumahku nih malah udah pada beli dari pas awal ada iklan di TV. Jadi ada sales masuk kampung-kampung nawarin STB plus masangnya," kata @HanifiaAnita.

Terkait STB gratis, pemerintah memang memiliki program bagi-bagi STB gratis kepada masyarakat yang tergolong Rumah Tangga Miskin Ekstrim (RTM). Syaratnya adalah RTM yang nama dan alamatnya tercantum dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial, serta sudah diverifikasi dengan data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, lalu verifikasi dan validasi juga oleh pemerintah kabupaten dan kota.

Reporter Magang: Dinda Khansa Berlian [faz]