Rest area jadi pemicu kemacetan di jalan tol

Rest area atau tempat istirahat di jalan Tol Jakarta-Cikampek dan Cipali menjadi pemicu terjadinya kemacetan pada arus mudik lebaran, Kamis.

Pantauan di sepanjang jalan Tol Jakarta-Cikampek hingga Tol Cipali, pada Kamis pagi hingga Siang, terjadi antrean kendaraan pemudik yang akan memasuki rest area.

Panjangnya antrean kendaraan yang akan masuk rest area membuat arus lalu lintas tersendat sehingga terjadi kemacetan panjang di setiap titik menjelang rest area.

Baca juga: Polres Karawang: Petugas buka tutup "contra flow" atasi kepadatan arus

Kondisi itu terjadi di titik menjelang rest area KM 57 jalan Tol Jakarta-Cikampek, KM 71, KM 102, dan KM 166 jalan Tol Cipali.

Antrean kendaraan yang akan masuk rest area terjadi, karena kondisi rest area yang sudah penuh dan tidak bisa lagi menampung kendaraan.

Atas kondisi itu, petugas sempat menerapkan buka tutup sejumlah rest area yang memicu terjadi kemacetan.

Selain itu, petugas juga melakukan rekayasa lalu lintas dengan melakukan buka tutup contra flow. Hal itu dilakukan karena terjadi kemacetan panjang di jalan Tol Jakarta-Cikampek dan jalan Tol Cipali.

Baca juga: Petugas sempat buka tutup Rest Area KM 57 Tol Japek karena penuh

Sementara itu, PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat sebanyak 951.758 kendaraan meninggalkan wilayah Jabotabek pada periode Jumat-Rabu (22-27 April 2022).

Angka tersebut merupakan angka kumulatif arus lalu lintas dari empat Gerbang Tol (GT) Utama, yakni GT Cikupa (arah Merak), GT Ciawi (arah Puncak), serta GT Cikampek Utama dan GT Kalihurip Utama (arah Trans Jawa dan Bandung).

Corporate Communication & Community Development Group Head PT Jasa Marga, Dwimawan Heru, mengatakan total volume lalin yang meninggalkan wilayah Jabotabek ini naik 9,4 persen jika dibandingkan lalin normal periode November 2021 dengan total 870.371 kendaraan.

Baca juga: Jasa Marga prediksi puncak arus mudik 29 April

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel