Resto Ramen Buat Promo Tak Berlaku untuk Jokowi, Netizen: Pemberani

·Bacaan 1 menit

VIVA – Heboh sebuah warung ramen di Garut, Jawa Barat yang menunjukkan promosi di tengah kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dengan memasang baliho di depan restoran.

Sekilas, memang tidak ada yang salah dengan promo warung ramen tersebut. Tetapi uniknya, yang menjadi sorotan netizen, di baliho restoran ramen Ranjang 69 yang terletak di kawasan Jalan Cimanuk, Kecamatan Taragong Kidul, Garut tersebut, tertulis bahwa promo ramen tidak berlaku untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“MERDEKA! Promo PPKM, buy 1 get 1 free ramen, kecuali PRESIDEN,” demikian bunyi promo pada baliho seperti dilihat VIVA dari sebuah video TikTok yang diunggah oleh akun Instagram @undercover.id.

Namun, justru akibat dari teknik marketing pihak restoran melalui kalimat ‘Kecuali PRESIDEN’ dalam baliho itu, pihak restoran terpaksa harus berhadapan dengan sejumlah petugas aparat yang kemudian tampak mencopot baliho itu.

“Setelah kemarin pasang baliho tentang PPKM dan di turun paksa oleh aparat, sekarang di lanjut lagi nih gaess !” tulis pengguna TikTok @Cuzz Lathif yang pertama kali mengunggah video tersebut.

Dalam unggahan Instagram yang sama, rupanya banyak netizen yang memberikan tanggapan positifnya kepada warung ramen itu.

“Saya menyebutkan KEREN DAN PEMBERANI,” tulis pemilik akun Instagram @nura*****.

“Keren yang punya nih,” tulis akun @caki***.

“Keren ni ownernya pemberani,” kata @abdulfaq****.

Di antara banyaknya komentar tersebut, ada pula yang justru mengomentari aksi aparat yang menurunkan baliho tersebut. Sebab, dalam promosi itu memang tidak kalimat yang menyinggung pihak manapun.

“Kenapa diturunin? Lemah amat! Pasang lagi!” ujar @muttaqi*****.

“Letak salahnya dimana sih boleh kasih tau ane?” tanya akun @iam***.

“Masa gitu aja diturunkan,” tutur @dedehidayat***.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel