Restoran dalam Gua di Bali Dilarang Beroperasi hingga Kantongi Izin

Merdeka.com - Merdeka.com - Gua yang dijadikan restoran di kawasan Hotel The Edge, Jalan Pura Goa Lempeh, Desa Adat Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali, akhirnya dilarang beroperasi. Lokasi usaha itu bisa kembali beroperasi jika telah mengantongi izin dari pihak terkait.

Larangan beroperasi sementara itu dikeluarkan setelah Satpol PP bersama Dinas
Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung dan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Provinsi Bali, serta instansi terkait melakukan peninjauan ke gua itu, Selasa (19/7).

Kepala Satpol PP Kabupaten Badung I Gusti Agung Ketut Suryanegara mengatakan, restoran tidak diberikan beroperasi sementara waktu karena tidak ada izin untuk membuat restoran di dalam gua itu.

"Yang pasti, kesimpulan utama untuk kegiatan ini dihentikan sementara. Kami ingin mendapatkan kajian dari instansi, khususnya (Dinas) Budaya, apakah ini kategori (buatan alam) alam ataukah (gua purbakala). Sehingga kami minta waktu secepatnya memberikan rekomendasi," kata dia seusai melakukan peninjauan ke gua di Hotel The Edge.

"Itu yang pasti sudah tidak ada (izin) khusus di gua ini. Makanya, kami putuskan hari ini tidak boleh digunakan sampai izinnya lengkap," imbuhnya.

Restoran dalam gua itu boleh beroperasi lagi jika terbukti memang terbentuk dari alam. Jika memang peninggalan purbakala harus dijaga kelestariannya oleh pemerintah.

"Akses purbakala yang boleh menjadi kewajiban negara untuk kelestariannya. Kalau memang murni alam, itu juga kami ingin kepastian, karena dalam hal ini masyarakat publik juga boleh melihat, karena ini tempatnya di wilayah pribadi," jelasnya.

Ditemukan saat Penataan Lahan

Ia menyebutkan, gua itu ditemukan pihak hotel setelah melakukan penataan lahan. Saat ditemukan, gua itu tidak langsung digunakan, karena ada pandemi Covid-19 yang tidak membolehkan pengunjung duduk berdekatan.

"Bukan masalah kita tidak tahu, ini adanya di wilayah privat. Pada saat penataan lahan ditemukan dan tidak digunakan dan baru-baru kemarin, mereka punya ide satu hal yang unik sebelum Covid-19. Karena Covid-19 itu tidak boleh berdekatan mungkin baru kemarin mereka memanfaatkan," ujarnya.

"Tapi, tetap saja sudut pandang kami dari pemerintah, apa pun itu harus ada kepastian hukum terhadap usaha tersebut. Bagaimana perizinannya, sehingga kesimpulan kami menghentikan sementara sampai dengan ada kepastian hukum," lanjutnya.

Belum Miliki Izin

Ia menegaskan, bahwa Hotel The Edge dari data perizinan memang memiliki izin hotel dan restoran, tetapi untuk gua itu belum memiliki izin untuk dijadikan restoran. Tapi, pihaknya akan menunggu informasi dari Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Dinas Lingkungan Hidup (DLHK), dan Dinas Kebudayan Kabupaten Badung, serta BPCB Provinsi Bali, apakah gua itu bisa digunakan untuk restoran atau memang tidak boleh beroperasi lagi.

"Izinnya hotel restoran bintang lima. Izin yang kami lihat dari data. (Menunggu) dari Dinas Perizinan dan Dinas Lingkungan Hidup dan budaya apa memang layak untuk digunakan. Tapi kalau rekomendasinya layak, kami berikan izin untuk beroperasi lagi, tapi kalau rekomendasi tidak layak dan tidak dibolehkan, kami pastikan itu tidak boleh," ujarnya.

Seperti diberitakan, sebuah video viral menampilkan sebuah gua yang diketahui berusia ratusan tahun disulap menjadi restoran mewah. Hal itu diketahui dari unggahan pemilik akun Twitter @BacangSpecial.

Restoran yang berada dalam gua itu rupanya berada di bawah Hotel The Edge, Jalan Pura Goa Lempeh, Desa Adat Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali.

Gua Ditemukan saat Pembangunan Hotel

Camat Kuta Selatan Ketut Gede Arta baru mengetahui adanya informasi itu. Dia sudah menerjunkan petugas Satpol PP untuk mendatangi lokasi tersebut.

"Itu kemarin, Satpol PP yang di-BKO (bawah kendali aperasi) di Kantor Camat ke sana. Ternyata itu ada di halaman (Hotel The Edge), itu dari laporan yang kemarin dilaporkan kepada saya," kata dia, Jumat (15/7).

Gua tersebut ditemukan oleh pihak hotel ketika ada kegiatan pembangunan.
"Jadi, gua itu ada di halaman ketika ada kegiatan pembangunan di sana (dan) berlobang. Makannya setelah dilihat di bawahnya ada gua masih dalam areal wilayah (hotel)," ujarnya.

"Tapi yang jelas itu ada di kawasan mereka dan ada di halamannya. Dulu, sempat ada pembangunan tapi jebol sehingga setelah dilihat ada gua dan dimodifikasi dijadikan restoran," lanjutnya.

Ia juga menyebutkan, bahwa di atas gua tersebut ada kebun dan pihak hotel membatasi pengunjung sebanyak 20 orang untuk masuk dalam waktu tertentu.
"Sekarang di atasnya ada kebun saja. Makanya, dipakai restoran dan kapasitas pun menurut informasi kemarin hanya dipakai 20 orang," jelasnya.

Selain itu, pihaknya belum bisa memastikan pihak hotel telah memiliki izin terkait restoran dalam goa ini ke Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Badung.

"Jadi, untuk kelengkapan dan sebagainya sudah juga kita informasikan juga kepada OPD teknik dari segi kewenangan kita tidak ada. Tapi secara detail, kemarin dibuatkan laporan secara tertulis," ujarnya.

Diperkirakan Terbentuk Jutaan Tahun Lalu

Dalam unggahan video yang viral itu, gua tersebut memiliki dekorasi yang mewah dan estetik serta fasilitas yang menarik. Menurut keterangannya, restoran gua tersebut diberi nama The Cave.

Perekam video tersebut juga menjelaskan bahwa restoran gua yang supermewah ini menyajikan hidangan seafood. Dia memperkirakan gua itu telah berumur jutaan tahun.

"Gua ini sudah terbentuk jutaan tahun lalu, dan setiap senti stalaktit ini membutuhkan 300 tahun untuk terbentuknya," ungkap perekam video sekaligus pelanggan restoran itu. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel