Restoran di Thailand Gunakan Boneka Panda untuk Menjaga Jarak Antar Pelanggan

Liputan6.com, Jakarta Thailand menjadi salah satu negara yang mulai melonggarkan aturan lockdown lantaran angka penularan virus Corona Covid-19 yang mulai menurun. Tentunya hal ini langsung dimanfaatkan berbagai sektor bisnis di sana untuk kembali beroperasi.

Salah satunya ialah restoran. Banyak restoran yang lantas kembali dibuka meski dengan aturan yang berlaku seperti contohnya mengimbau pelanggan untuk menjaga jarak satu sama lain.

Sebuah restoran pun memiliki cara unik guna menjaga jarak pelanggan yang satu dengan lainnya. Restoran bernama Maison Saigon di Bangkok menggunakan boneka Panda untuk membuat pelanggan tetap menjaga jarak satu sama lain.

Dikutip dari Reuters, pemilik restoran bernama Natthwut Rodchanapanthkul memilih cara unik ini pelanggan tak merasa kesepian dan tetap menerapkan aturan physical distancing.

Nantinya boneka-boneka Panda ini akan ditempatkan di kursi-kursi yang kosong di sebelah pelanggan lantaran tak boleh ditempati oleh pelanggan lainnya.

“Sebelumnya kami hanya punya satu kursi untuk satu meja makan bagi seorang pelanggan. Tetapi menurut saya rasanya agak aneh. Jadi, saya pikir orang-orang akan merasa ditemani dengan adanya boneka panda," kata Natthwut.

Tak hanya membuat pelanggan menjalani physical distancing, cara ini nampaknya juga memberikan sensasi makan berbeda bagi para pelanggan. Dikutip dari aku instagram @masion.saigon, berikut deretan potret boneka-boneka Panda “menemani” pelanggan makan di restoran tersebut.

Restoran Maison Saigon di Thailand menggunakan boneka panda untuk menjaga jarak pelanggan

foto: IG/@maison.saigon

Ide unik ini dicetuskan oleh pemilik restoran bernama Natthwut Rodchanapanthkul

foto: IG/@maison.saigon

Boneka-boneka Panda ini ditempatkan di kursi-kursi kosong di sebelah pelanggan agar tak diisi pelanggan lainnya

foto: IG/@maison.saigon

Tak hanya membuat pelanggan menjalani physical distancing, cara ini juga memberikan sensasi makan berbeda bagi para pelanggan

foto: AP/sakchail lalit