Restrukturisasi Pertamina tingkatkan efisiensi distribusi energi

·Bacaan 2 menit

PT Pertamina (Persero) mengeklaim aksi restrukturisasi yang dilakukan setahun terakhir berhasil meningkatkan efisiensi distribusi energi dengan menekan cost inventory menjadi 47,9 juta barel atau setara dengan 3,1 miliar dolar AS.

Direktur Logistik dan Infrastruktur Pertamina Mulyono mengatakan total cost inventory tahun lalu mencapai 80 juta barel atau setara 5,2 miliar dolar AS, sehingga terdapat penurunan biaya 40 persen atau 2,1 miliar dolar AS yang dapat digunakan untuk aktivitas lainnya.

"Penghematan tersebut diperoleh dari upaya integrasi operasional yang telah berjalan di Direktorat Logistik dan Infrastruktur Pertamina di tingkat holding," kata Mulyono dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Mulyono menambahkan bahwa peran strategis sebagai integrator operasional tersebut untuk menjamin keandalan distribusi energi ke seluruh daerah.

Pertamina memastikan seluruh penugasan dari pemerintah berjalan baik mulai dari pendistribusian berbagai jenis bahan bakar, distribusi elpiji tiga kilogram, penyaluran BBM satu harga, pembangunan infrastruktur BBM dan elpiji di timur Indonesia, hingga gasifikasi 56 pembangkit listrik milik PLN.

Selain itu, keandalan seluruh infrastruktur dan jaringan distribusi yang dimiliki holding juga dipastikan bisa berjalan sinergis di tengah restrukturisasi yang sedang dijalankan perseroan.

"Semuanya harus inline karena saat ini infrastruktur yang kami jalankan harus sesuai dengan kebutuhan market dan energy mix,” ujar Mulyono.

Lebih lanjut dia menyampaikan keseimbangan antara layanan masyarakat dan optimasi target keuntungan untuk Pertamina harus terpenuhi dengan cara menekan biaya, sinergi, dan optimasi di semua subholding.

Setiap subholding dituntut mandiri dan lincah untuk mengambil keputusan yang efektif dan efisien, serta fokus melakukan efisiensi dengan tetap memberikan manfaat bagi Pertamina Grup.

Direktorat Logistik dan Infrastruktur Pertamina terus melakukan percepatan dan sinergi untuk penugasan proyek pemerintah dan pembangunan infrastruktur distribusi energi.

Tak hanya cepat, proyek juga dipastikan harus mendukung industri dalam negeri dengan penyerapan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) harus sesuai target.

“Pada 2020, target implementasi TKDN 25 persen dan 2021 sebesar 30 persen. Saat ini, Pertamina Grup mampu merealisasikan TKDN di atas 50 persen,” pungkas Mulyono.

Baca juga: Restrukturisasi Pertamina tuntutan sebagai industri migas dunia
Baca juga: EWI: Restrukturisasi telah meningkatkan kinerja Pertamina
Baca juga: SKK Migas dan Pertamina yakin produksi Blok Rokan dapat meningkat

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel