Restrukturisasi UMKM terbanyak, BRI harap bantuan dana dari pemerintah

Ahmad Buchori

Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Sunarso masih berharap ada suntikan dana dari pemerintah untuk membantu likuiditas perseroan yang berkurang akibat restrukturisasi kredit terhadap nasabah terdampak COVID-19.

"Mudah-mudahan pemerintah menempatkan dana di bank-bank yang melakukan restrukturisasi, termasuk BRI. Dan BRI paling banyak merestrukturisasi UMKM, mudah-mudahan dapat yang paling banyak, meskipun tidak sepenuhnya," ujar Sunarso dalam konferensi pers secara virtual di Jakarta, Kamis.

Hingga akhir April 2020, BRI telah memberikan relaksasi berupa restrukturisasi pinjaman kepada lebih dari 1,4 juta pelaku UMKM dengan total pinjaman mencapai Rp101 triliun.

Penundaan pembayaran pokok akan mengakibatkan tidak diterimanya pembayaran dari nasabah kepada bank, yang berarti likuiditas bank akan berkurang. Sedangkan penundaan pembayaran bunga, akan berakibat pada menurunnya kemampuan bank dalam menghasilkan laba.

"Jadi terus terang saja, kita menanggung rasa sakit ini sama-sama, seluruh bangsa ini merasa sakit. Maka kemudian kalau ada yang direstrukturisasi, hendaknya kita saling membantu, dalam artian mungkin pemerintah akan membantu dengan menempatkan dana di bank atau banknya juga nyari sendiri. Atau nanti pasti yang terjadi dua-duanya, pemerintah membantu dengan menempatkan dana sebagai sumber likuiditas bank dan bank tetap berupaya," ujar Sunarso.

Sunarso menambahkan, saat ini dana yang dihimpun dari masyarakat masih bertumbuh, namun pihaknya juga terus mencari sumber dana lain untuk memenuhi kebutuhan likuiditas perseroan.

BRI sendiri baru saja berhasil memperoleh komitmen pinjaman luar negeri sebesar 1 miliar dolar AS dengan skema "club loan" yang berasal dari 10 bank regional Asia, Eropa, dan Amerika.

"Kita dipercaya oleh internasional melalui club loan untuk bulan Juli nanti bisa kita realisir. Kita dapat kepercayaan pendanaan 1 miliar dolar, dengan rate 1,9 persen. Itu mungkin bisa kita rupiahkan dan bisa menambah cadangan devisa," kata Sunarso.

Sebelumnya, Sunarso yang juga merupakan Ketua Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) juga sempat meminta adanya penempatan dana baru dari pemerintah untuk memenuhi likuiditas perusahaan yang berkurang akibat melakukan restrukturisasi kredit bagi nasabah terdampak COVID-19 saat rapat kerja dengan Komisi VI DPR akhir April lalu.

Selain meminta penempatan dana baru dari pemerintah dengan suku bunga khusus, Himbara juga meminta penarikan dana oleh lembaga pemerintah dan BUMN dibatasi hanya untuk kebutuhan operasional dan tidak dipindah antarbank.

Baca juga: Laba bersih BRI kuartal satu turun tipis

Baca juga: Kemensos dan BRI bersinergi salurkan bansos