Resume adalah Ringkasan Tulisan yang Dipersingkat, Pahami Jenis dan Cara Membuatnya

·Bacaan 4 menit

Fimela.com, Jakarta Resume adalah rangkuman atau ringkasan dari sebuah tulisan yang panjang, kemudian hanya diambil intisarinya saja disertai dengan rincian tulisan yang penting. Namun, istilah resume juga kadang kala digunakan untuk menuliskan riwayat hidup secara singkat ketika melamar kerja.

Tentunya kamu sudah sangat akrab dengan istilah resume. Istilah ini banyak digunakan ketika kita diberi tugas dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Namun, pada umumnya, resume adalah sebuah cara yang paling efektif untuk menjelaskan intisari atau pokok informasi yang akan disampaikan kepada orang lain.

Banyak orang yang sering salah kaprah dengan perbedaan resume, Curriculum Vitae (CV), dan ikhtisar. Meski sering bersinggungan, namun ketiga hal tersebut memiliki arti dan fungsinya masing-masing.

Untuk lebih jelasnya, Fimela.com kali ini akan mengulas pengertian resume beserta jenis dan cara membuatnya. Dilansir dari Liputan6.com, simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Menilik Pengertian Resume

Ilustrasi Membuat Resume Credit: pexels.com/Milli
Ilustrasi Membuat Resume Credit: pexels.com/Milli

Seperti yang sudah dijelaskan secara singkat di atas, resume adalah ringkasan atau rangkuman dari sebuah karangan atau tulisan yang panjang. Dalam resume, hanya menuliskan kembali intisari atau pokok informasi tapi tidak menghilangkan detail atau bagian penting dari tulisan tersebut.

Dengan kata lain, resume adalah suatu cara yang cukup efektif dalam menjelaskan sebuah inti permasalahan atau pokok informasi dari sebuah tulisan panjang kepada orang lain. Contohnya, ketika ada sebuah novel, kita bisa membuat resumenya terlebih dahulu supaya orang lain bisa memahami isi dan pikiran dari pengarang dengan lebih ringkas.

Selain itu, kata resume juga kerap kali muncul ketika seseorang sedang melamar pekerjaan. Dalam konteks ini, resume adalah daftar riwayat hidup secara singkat dari seseorang yang berisikan pengalaman, keahlian, jenjang pendidikan, dan lain sebagainya.

Jenis - Jenis Resume

Ilustrasi Membuat Resume Credit: pexels.com/Cathrine
Ilustrasi Membuat Resume Credit: pexels.com/Cathrine

Supaya lebih memahami lebih lanjut tentang resume, berikut ini merupakan penjelasan lengkap mengenai jenis-jenis resume:

1. Abstrak

Salah satu jenis resume yang paling umum ditemukan adalah abstrak. Resume ini merupakan ringkasan dari sebuah tulisan yang sangat singkat dan padat. Biasanya abstrak terdapat pada bagian pembukaan dari karya ilmiah seperti halnya skripsi, tesis, jurnal, dan lain sebagainya.

2. Ringkasan Stricto Sensu

Selain abstrak, ada pula ringkasan stricto sensu yang artinya merupakan hasil pencarian isi artikel, bentuk tertulis dari rangkaian ini menggunakan kata-katanya sendiri. Jenis ringkasan resume ini hanya merangkum pemikiran utama.

Jenis resume ini harus mengikuti proporsi dan juga urutan naskah asli, bukan menambahkan pandangan pribadi.

Dengan kata lain, segala sesuatu di yang luar naskah asli tidak boleh dimasukkan ke dalam resume ini. Resume dengan tipe ini banyak digunakan dalam kebutuhan sekolah.

3. Ikhtisar

Jenis resume terakhir yakni ikhtisar. Banyak orang yang sering salah mengartikan resume dengan ikhtisar, padahal ikhtisar sendiri merupakan salah satu jenis dari resume.

Ikhtisar yakni sebuah ringkasan untuk mengikuti urutan karangan asli atau merangkum dengan menggunakan tatanan mereka sendiri. Dalam ikhtisar, penggunaan gaya bahasa pun lebih bebas dan fleksibel. Inti utama dari jenis resume ini adalah bentuk tulisan yang disesuaikan dengan gaya membuat resume. Kebebasan ini tentu memiliki batasan. Pikiran harus tetap sesuai dengan karangan asli.

Perbedaan CV dan Resume

Ilustrasi Membuat Resume Credit: pexels.com/Gabrielle
Ilustrasi Membuat Resume Credit: pexels.com/Gabrielle

Selama ini banyak orang yang salah kaprah dan kesulitan dalam membedakan antara resume dengan CV. Meskipun keduanya sama-sama digunakan untuk melamar pekerjaan, namun keduanya tetap memiliki perbedaan yang mendasar.

CV adalah sebuah dokumen yang dapat mendeskripsikan secara kronologis mengenai data diri seorang pelamar kerja. Dalam CV akan dicantumkan secara lengkap mengenai data pribadi, pendidikan, pengalaman kerja, capaian prestasi, dan lain sebagainya. CV dalam bahasa Latin bisa diartikan sebagai Course of Life dan lebih banyak menunjukkan apa saja yang sudah dilakukan oleh pelamar sepanjang karirnya.

Sedangkan resume memang hampir mirip dengan CV, namun versi lebih ringkasnya. Resume adalah dokumen yang merangkum tentang pengalaman profesional, menekankan pencapaian, serta menginformasikan tentang tujuan kariermu. Resume bersifat fleksibel karena setiap bagiannya bisa diatur sedemikian rupa untuk menekankan pencapaian tertentu. Data di resume tidak harus ditulis secara kronologis mengingat format resume dapat diubah sesuai dengan kebutuhan lowongan pekerjaan yang sedang kamu lamar.

Cara Membuat Resume yang Baik

Ilustrasi Membuat Resume Credit: pexels.com/Amy
Ilustrasi Membuat Resume Credit: pexels.com/Amy

Setelah memahami tentang pengertian beserta jenis-jenisnya, tentu Anda sudah mulai memahami dan mulai memiliki gambaran tentang bagaimana cara membuat resume yang baik dan benar. Untuk membuat resume, ikuti langkah-langkah berikut ini:

1. Baca naskah aslinya

Langkah pertama untuk menyusun resume tentu saja dengan membaca naskah aslinya. Lakukan langkah ini secara berulang hingga Anda benar-benar bisa memahami maksud dari pemikiran si penulis.

2. Temukan gagasan utamanya

Untuk menuliskan resume, tentu saja Anda wajib untuk menemukan gagasan utama yang menjadi dasar pemikiran tulisan tersebut. Kemudian, dengan menemukan gagasan utama Anda juga bisa menyampaikan informasi secara utuh secara obyektif kepada orang lain.

3. Menuliskan resume

Setelah melakukan dua langkah di atas, maka sudah waktunya untuk menuangkan hal-hal yang Anda peroleh ke dalam resume. Perlu dicatat bahwa dalam meresume tidak boleh menambah pendapat pribadi anda.

Hal ini dilakukan supaya tidak menjadikan bias antara penulis resume dengan penulis naskah asli. Kemudian gunakanlah bahasa yang sederhana dan mudah dipahami. Hindari kalimat yang bertele-tele.

4. Membaca Ulang Resume yang dibuat

Setelah selesai menuliskan resume, sebaiknya baca ulang kembali sebelum dipublikasikan. Hal ini dilakukan supaya dapat mengantisipasi jika ada kesalahan dalam penulisan misalkan saja EYD dan lain sebagainya.