Review Amazfit GTR 3 Pro: Kaya Fitur dan Macho

·Bacaan 5 menit

Liputan6.com, Jakarta - Amazfit GTR 3 Pro menjadi smartwatch keluaran terbaru dari Amazfit, yang sudah diumumkan bersama dengan GTR 3 dan GTS 3 beberapa waktu lalu.

Sekilas soal spesifikasi Amazfit GTR 3 Pro, perangkat ini menawarkan layar ultra HD AMOLED 1,45 inci 331 ppi. Selain itu, rasio screen-to-body mencapai 70,6 persen.

Tekno Liputan6.com kebagian jatah untuk mencoba smartwatch yang mengusung Zepp OS ini selama sekitar dua pekan.

Tanpa terlalu banyak mukadimah, berikut ulasan saya tentang smartwatch Amazfit GTR 3 Pro, yang seolah-olah memaksa saya yang mageran ini untuk bergerak.

Amazfit GTR 3 Pro (Liputan6.com/Giovani Dio Prasasti)
Amazfit GTR 3 Pro (Liputan6.com/Giovani Dio Prasasti)

Desain

Saya mendapatkan kesempatan untuk menguji Amazfit GTR 3 Pro dengan warna hitam, baik di bagian jamnya maupun di strap.

Saya pribadi--yang di setiap review selalu mengatakan suka dengan desain sederhana--suka dengan desain yang Amazfit tawarkan. Perangkat ini memiliki kesan tangguh dan premium. Sesuatu yang "laki banget."

Dia memiliki bentuk layar yang bulat sempurna, dengan empat ujung bingkai yang terlihat seperti sebuah "tanduk" mengarah ke bagian bawah, bila dilihat dari samping.

Untuk strap-nya menggunakan antibacterial fluoroelastomer. Selama pemakaian, saya tidak mengalami iritasi pada kulit baik karena strap atau bagian belakang jam saat berkeringat.

Sebagai tambahan, perangkat ini juga sudah memiliki fitur 5 ATM water resistance, yang membuatnya bisa dipakai untuk berenang.

Dari sisi bobot perangkat, smartwatch ini terbilang sangat ringan dengan berat hanya 32 gram. Pemakaiannya pun cukup nyaman menurut saya, meski dari segi bentuk, perangkat ini tidak kecil-kecil amat.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Layar dan Tampilan

Amazfit GTR 3 Pro (Liputan6.com/Giovani Dio Prasasti)
Amazfit GTR 3 Pro (Liputan6.com/Giovani Dio Prasasti)

Mengusung layar Ultra HD Amoled, saya tidak mengalami kesulitan yang berarti saat menggunakan Amazfit GTR 3 Pro.

Dipakai di bawah sinar mentari yang cukup terik, layarnya masih terlihat dengan jelas. Selain itu, dia juga memiliki fitur layar menyala otomatis saat kita mengangkat pergelangan tangan untuk melihat jam.

Tampilan jam utama pun ternyata juga bermacam-macam dan bisa dipilih sesuai keinginan melalui aplikasi Zepp.

Tampilan menu pun juga cukup nyaman untuk digunakan. Selain bisa dipilih dengan cara swipe atas-bawah atau kiri-kanan, pengguna juga bisa memilih menu dengan tombol di samping perangkat yang bisa diputar.

Selain itu, layar sentuhnya menurut saya cukup responsif. Begitu pula dengan tombol yang bisa diputar untuk memilih menu.

Saya sempat kaget saat menemukan ada beberapa bug seperti tulisan yang tidak muncul di menu dan angka yang menempel satu sama lain. Untungnya, hal ini hilang setelah update via aplikasi Zepp.

Fitur

Amazfit GTR 3 Pro (Liputan6.com/Giovani Dio Prasasti)
Amazfit GTR 3 Pro (Liputan6.com/Giovani Dio Prasasti)

Dari segi fitur, saya bisa katakan Amazfit GTR 3 Pro punya fitur yang cukup kaya, termasuk jenis pengukuran, hingga tipe latihan dan olahraga yang diinginkan. Saya menggunakan aplikasi Zepp untuk memasangkan perangkat ini ke smartphone.

Beberapa yang bisa dilihat seperti tingkat stres, rata-rata detak jantung, riwayat olahraga yang sudah dilakukan, jumlah kalori yang baru saja dibakar, hingga jumlah langkah. Semuanya tersinkronisasi dengan baik antara perangkat dan aplikasi.

Hasilnya? Saya merasa saat ini adalah laki-laki yang lemah usai melihat catatan aktivitas fisik dan skor PAI.

Adapun, beberapa hal lain yang bisa diukur dengan perangkat ini seperti detak jantung, oksigen dalam darah, stres, serta fase dan kualitas pernapasan saat tidur. Ini sangatlah lengkap menurut saya.

Apabila malas menghitung satu-satu, pengguna bisa menggunakan fitur pengukuran sekali ketuk.

Perangkat ini juga memiliki fitur kompas, altimeter barometrik, riwayat menstruasi, pengukur pernapasan, suhu, stopwatch, dan timer untuk hitung mundur.

Untuk fase tidur, dia bisa mendeteksi berapa menit pengguna bangun, dalam kondisi REM (Rapid Eye Movement), tidur ringan, dan tidur lelap.

Amazfit GTR 3 Pro (Liputan6.com/Giovani Dio Prasasti)
Amazfit GTR 3 Pro (Liputan6.com/Giovani Dio Prasasti)

Smartwatch ini juga memiliki fitur untuk melihat cuaca hingga kelembapan udara, senter, pemutar musik, serta notifikasi aplikasi dan panggilan masuk di ponsel.

Amazfit mengungkapkan, GTR 3 Pro memiliki onboard memory hingga 2,3 GB dan bisa menampung hingga 470 lagu. Musik juga dapat dimainkan secara langsung dengan suara yang keluar lewat speaker di smartwatch.

Untuk akurasi, smartwatch ini juga cukup akurat dalam mendeteksi berapa langkah yang sudah dilakukan, serta sudah berapa menit penggunanya berdiri.

Mode olahraga yang ditawarkan sendiri beragam. Mulai dari lari alam terbuka, jalan kaki, treadmill, bersepeda baik di luar dan dalam ruangan, mendaki, yoga, ski, berenang di kolam, beberapa macam bela diri, hingga e-sport dan permainan papan seperti catur.

Amazfit, dalam keterangan yang saya terima, mengklaim menyediakan lebih dari 150 mode olahraga dalam GTR 3 Pro.

Smartwatch ini sudah mendukung GPS dan bisa dipasangkan atau terekam di aplikasi smartphone. Dia juga mendukung untuk panggilan Bluetooth.

Saya yakin masih ada beberapa fitur yang mungkin belum bisa saya bahas di sini. Tampaknya, dua pekan bukan waktu yang cukup untuk membahas seluruh fitur yang disertakan di perangkat ini.

Daya tahan baterai

Amazfit GTR 3 Pro (Liputan6.com/Giovani Dio Prasasti)
Amazfit GTR 3 Pro (Liputan6.com/Giovani Dio Prasasti)

Amazfit GTR 3 Pro punya daya tahan baterai 450 mAh yang mengesankan. Sejauh penggunaan selama sekitar dua pekan ini, saya baru mengisi dayanya sebanyak dua kali.

Pertama kali saya mengisi daya sendiri adalah satu atau dua hari setelah saya menerima jam tangan ini.

Dari sisi pengisian daya memang tidak ada yang istimewa. Dari daya baterai 36 persen, dia bisa terisi mencapai 80 persen dalam waktu sekitar satu jam lebih 10 menit.

Dalam penjelasannya, daya tahan baterai GTR 3 Pro diklaim mampu bertahan non-stop hingga 12 hari dengan satu kali charge.

Saat artikel ini ditulis, Jumat (5/11/2021), baterai GTR 3 Pro yang saya gunakan masih 79 persen, dari pengisian daya terakhir saya di hari Selasa tanggal 2 November 2021 dengan kondisi hanya dipakai sesekali.

Sebelum pengisian di hari Selasa, saya memang cukup intens menggunakannya. Selain itu, semua pengukuran otomatis memang saya nyalakan sehingga lebih cepat habis baterai.

Tentu saja, daya tahan baterai ini juga tergantung dari seberapa intens penggunaan perangkat, serta fitur apa saja yang diaktifkan, mengingat beberapa fitur akan menuntut penggunaan daya lebih banyak.

Kesimpulan

Amazfit GTR 3 Pro (Liputan6.com/Giovani Dio Prasasti)
Amazfit GTR 3 Pro (Liputan6.com/Giovani Dio Prasasti)

Amazfit GTR 3 Pro adalah smartwatch yang kaya akan fitur, punya desain elegan dan tangguh. Kesan premium juga dimunculkan dari perangkat ini.

Saya pribadi merasa bahwa perangkat ini juga cocok bagi mereka yang suka smartwatch yang bisa membuatnya terlihat lebih macho, aktif, dan tangguh.

Mereka yang juga mencari smartwatch yang kaya akan fitur juga tampaknya akan cocok dengan Amazfit GTR 3 Pro. Tentu saja, untuk perangkat dengan fitur sebanyak ini, kamu juga harus siap merogoh kocek lebih dalam.

Sebagai catatan, apa yang saya tuangkan dalam artikel ini sepenuhnya pengalaman pribadi saya sebagai pengguna biasa dalam menggunakan perangkat tersebut.

Setiap orang tentunya memiliki kebutuhan, pengetahuan, dan preferensinya masing-masing, yang mungkin berbeda dari apa yang saya tuliskan.

(Dio/Isk)

Infografis Olahraga Benteng Kedua Cegah Covid-19

Infografis Olahraga Benteng Kedua Cegah Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Olahraga Benteng Kedua Cegah Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel